RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak henti-hentinya memikirkan berbagai cara supaya masyarakatnya sejahtera termasuk kenakalan remaja.
Kali ini, Dedi Mulyadi akan menangani masalah remaja-remaja nakal yang ada di Jawa Barat.
Kenakalan yang dimaksud Dedi Mulyadi adalah kenakalan yang sering membuat resah masyarakat seperti mabuk, tawuran, dan kenakalan lainnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Kang Dedi Mulyadi (KDM) berencana membuat program yang bertujuan agar anak-anak remaja nakal tersebut dimasukkan ke komplek militer.
Dengan dimasukkannya anak-anak tersebut ke komplek militer, mereka akan dibina oleh para tentara selama enam bulan.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran di Jabar Capai Rp5,1 Triliun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Bentuk Cinta
“Dibawa itu anak, dimasukkan ke komplek militer, biar nyangkul, mikul, dilatih baris, nangis itu anak sadar diri minta maaf ke ayah ibunya, enam bulan dikembalikan lagi,” ucap kepala daerah yang disapa KDM saat menyampaikannya dalam acara yang dihadiri oleh warga di Garut, Jawa Barat dan dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel
KDM juga mengatakan bahwa program ini mencontoh program yang sudah dijalankan di Tiongkok.
“Saya nanti akan MoU dengan Mabes TNI Angkatan Darat ini bakal jadi program di Jabar,” kata KDM.
Gubernur Jawa Barat tersebut menyampaikan kepada para orang tua yang anaknya nakal dan susah diatur bisa menelepon tentara untuk minta bantuan.
“Kalau ada anak nakal, males terus, minum terus, tawuran terus, orang tuanya telepon tentara, tentaranya datang,” kata Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi tidak menyebutkan kapan pastinya program ini akan mulai dijalankan yang diharapkan sang anak itu menangis hingga minta maaf kepada ayah dan ibunya.
Namun, pria kelahiran 1971 tersebut sudah siap meneken kerjasama dengan pihak TNI dalam waktu dekat.
“Program ini akan saya laksanakan di Jawa Barat,” tegas Dedi.
KDM juga menegaskan bahwa tidak ada larangan jika Pemda ingin lebih dulu melaksanakan program ini.
Selain itu, Gubernur Jabar ini akan bekerja sama dengan Kodim dan juga Koramil dan kemudian akan dibangunkan mess untuk para anak nakal.
“Sok kerjasama sama dandim, batalyon, kita bangun mess untuk anak-anak nakal, kita bikin kelas khusus buat anak-anak nakal,” jelas Gubernur Jabar.
“Kalau dia di rumah kerjaannya marah-marah, nendangin pintu, melawan orang tua, telepon dandim, telepon koramil, jemput pakai mobil buat pernyataan saya serahkan anak ini kepada TNI untuk dididik, ini serius,” sambung Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati