RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan sebuah pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam untuk membangun kehidupan yang beradab dan sejahtera.
Dalam sebuah pidato yang mengharukan di depan masyarakat Garut, Dedi Mulyadi berpesan agar selalu menjaga alam.
Menurut Dedi Mulyadi, kerusakan alam yang terjadi saat ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Alam yang rusak akan melahirkan kehidupan yang tak beradab,” ujar Dedi dengan nada tegas.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga merusak kualitas hidup manusia.
Tanpa alam yang terjaga dengan baik, kata Dedi, kehidupan masyarakat akan semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bagaimana kerusakan alam, terutama hutan dan lahan pertanian, berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Lihat saja Garut, yang dulunya dikenal dengan kesuburannya, kini tanahnya kering, sawahnya tak lagi produktif, bahkan gunung-gunungnya banyak yang gundul. Ini semua akibat ulah manusia yang merusak alam," kata Dedi Mulyadi dalam video YouTube Lebur Pakuan Channel.
Sebagai contoh, ia menceritakan bagaimana petani-petani Garut yang dahulu dapat bergantung pada hasil pertanian yang melimpah, kini harus berjuang lebih keras.
"Dulu kami bisa panen jagung, namun sekarang setelah melakukannya, hasilnya tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Alam sudah berubah, dan kita perlu mengubah cara kita merawatnya," ujar Dedi Mulyadi dengan penuh keprihatinan.
Dedi Mulyadi lebih lanjut menjelaskan bahwa kerusakan alam berkontribusi pada berbagai krisis sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan bahkan perilaku tak beradab yang kini mulai marak di masyarakat.
Ia menyoroti fenomena sosial seperti meningkatnya angka kekerasan, kriminalitas, dan kecenderungan hidup yang tidak sehat yang dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi dan hilangnya keseimbangan alam.
“Dampak sosialnya tidak hanya terasa di level individu, tetapi juga pada struktur sosial yang lebih besar. Ketika alam rusak, masyarakat pun kehilangan orientasi dalam hidup mereka. Mereka kehilangan cara untuk hidup secara adil dan berkelanjutan,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menyarankan pentingnya pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya merawat alam.
“Anak-anak kita harus dididik untuk mencintai alam, tidak hanya untuk bertani, tapi untuk memahami hubungan antara manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang saling mendukung,” ujar Dedi Mulyadi.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengatasi kerusakan alam.
"Pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa tercapai jika kita bekerja bersama-sama. Pemimpin daerah harus turun langsung, seperti yang saya lakukan di Purwakarta, untuk memastikan setiap kebijakan berpihak pada alam dan rakyatnya," katanya.
Menurut Dedi Mulyadi, para pemimpin di tingkat daerah maupun nasional harus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian alam.
Ia menekankan bahwa sebagai seorang pemimpin, tanggung jawab tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada generasi yang akan datang.
“Pemimpin harus mampu memberikan contoh nyata dalam menjaga alam, tidak hanya sekadar berbicara, tetapi juga bertindak,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menyinggung pentingnya peran para generasi muda untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan.
“Kita harus memastikan bahwa generasi mendatang memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya alam. Kalau tidak, kita akan mewariskan bumi yang rusak kepada mereka, yang tentunya tidak kita inginkan,” kata Dedi Mulyadi, mengingatkan pentingnya masa depan yang lebih baik.
Di akhir pidatonya, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Garut dan Jawa Barat secara keseluruhan untuk bekerja sama dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Jika kita bisa menjaga alam, kita akan menjaga kehidupan kita. Alam yang sehat akan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat. Mari kita bersatu untuk memperbaiki lingkungan kita demi generasi mendatang,” kata Dedi Mulyadi dengan penuh harap.
Dedi Mulyadi juga berencana untuk menerapkan program-program yang mendukung keberlanjutan alam, termasuk penghijauan, konservasi air, dan pertanian yang ramah lingkungan jika diberi kesempatan untuk memimpin Jawa Barat.
Pernyataan Dedi Mulyadi mengingatkan kita bahwa kerusakan alam bukanlah masalah yang bisa diabaikan begitu saja.
Alam yang terjaga dengan baik adalah kunci untuk membangun masyarakat yang beradab dan sejahtera.
Dedi Mulyadi mengajak kita semua untuk kembali menghargai hubungan kita dengan alam dan mulai bertindak untuk memperbaiki apa yang telah rusak.
Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda harus bersatu dalam menjaga keseimbangan alam demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. ***
Editor : Eli Kustiyawati