Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peringatan Buat Anak Nakal, Gubernur Jawa Barat Siapkan Sekolah Militer, Dedi Mulyadi: Cukup Telepon Tentara, Nanti Dijemput Anaknya

Yosep Awaludin • Senin, 21 April 2025 | 14:39 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bakal membuat program pembinaan ala militer untuk anak-anak nakal.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bakal membuat program pembinaan ala militer untuk anak-anak nakal.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, ia menyoroti kenakalan remaja yang makin meresahkan, dari mabuk-mabukan, tawuran, hingga perilaku melawan orang tua.

Dedi Mulyadi menyiapkan program pembinaan remaja bermasalah di kompleks militer. Remaja-remaja yang bandel ini nantinya akan dikirim ke barak tentara untuk dibentuk karakternya lewat pelatihan ala militer selama enam bulan.

"Orang tua cukup telepon tentara, nanti dibawa anaknya dimasukin ke komplek militer, disuruh macul, disuruh manggul, baris berbaris selama enam bulan, setelah itu baru dipulangkan," kata Dedi Mulyadi saat berbicara di depan warga Garut, dalam video yang diunggah di Tiktok, Minggu (20/4/2025).

Menurut Dedi Mulyadi, model pembinaan yang berhasil digunakan di Tiongkok ini adalah sumber inspirasinya. Ketika orang tua angkat tangan menghadapi anaknya, militer turun tangan untuk membentuk kembali karakter mereka.

Ia pun akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) langsung dengan Mabes TNI Angkatan Darat. “Saya nanti akan MoU dengan Mabes TNI Angkatan Darat, ini akan menjadi program di Jawa Barat," tegasnya.

Program ini juga akan didukung dengan pembangunan fasilitas khusus di bawah koordinasi Kodim dan Koramil.

Rencananya, bakal dibangun mess semacam asrama untuk anak-anak yang mengikuti pelatihan tersebut. Jadi, setiap daerah bisa punya kelas khusus untuk anak-anak yang dinilai perlu pembinaan ekstra.

"Kerja sama, dandim, batalyon, kita bangun mess untuk anak-anak nakal. Kami membuat kelas khusus yang benar-benar membentuk karakter mereka," tutur Dedi Mulyadi

"Kalau dia di rumah kerjanya hanya marah-marah, nendang pintu, minum eximer, tinggal telepon koramil. Orang tua tinggal membuat surat pernyataan, anak dijemput oleh mobil, dan kemudian diserahkan untuk dididik. Ini sangat serius," tegasnya.

Tak hanya soal anak-anak nakal, Dedi juga memperhatikan sistem pendidikan sejak dini. Di SMP, ia akan membuat kelas minat, sehingga setiap siswa dididik sesuai dengan minat dan bakat mereka, apakah mereka ingin menjadi polisi, artis, petani, pengusaha, atau tentara.

"Jadi tiap kelas sejak SMP sudah dijuruskan. Tujuannya sudah pasti. Visi sekolah harus jelas. Negara maju, negara hebat. Tidak seperti sekarang, asal jalan saja,” katanya, disambut tepuk tangan warga.

Meski belum dijadwalkan resmi, Dedi Mulyadi memastikan bahwa seluruh rencana ini sedang dimatangkan. Ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemerintah daerah lain yang ingin ikut serta lebih awal.

Inisiatif ini pun menuai banyak respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua yang mengaku terbantu dengan pendekatan baru ini, terutama mereka yang merasa sudah kehabisan cara mendidik anak di rumah.

Dengan pendekatan militer yang tegas namun membangun, Dedi berharap bisa melahirkan generasi muda yang bukan hanya disiplin, tapi juga bertanggung jawab, tangguh, dan punya tujuan hidup yang jelas. (***)

Ardiansyah Sihombing, remaja Batang Toru yang tertarik keahlian merias wajah.
Ardiansyah Sihombing, remaja Batang Toru yang tertarik keahlian merias wajah.
Yunita Azriani (kiri), memamerkan hasil seni henna di tangan modelnya. Yunita adalah remaja Batangtoru yang mendapat keahlian henna art lewat pelatihan yang digelar PTAR.
Yunita Azriani (kiri), memamerkan hasil seni henna di tangan modelnya. Yunita adalah remaja Batangtoru yang mendapat keahlian henna art lewat pelatihan yang digelar PTAR.
Editor : Yosep Awaludin
#dedi mulyadi #militer #gubernur jawa barat