RADAR BOGOR - Alat transportasi tradisional di Cirebon seperti becak menjadi seorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Jangan dipikir becak yang ada di Cirebon tidak akan menjadi dialektika kebudayaan," ungkap Dedi Mulyadi ketika di DPRD Kabupaten Cirebon.
"Ini adalah becak-becak tua. Rumusannya cuma satu. Bentuk kembali becak. Kembalikan becak pada arsitektur lama," kata Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta, pemerintah daerah melatih para tukang becak yang ada.
Bahkan, kata Dedimulyadi, bila perlu ada subsidi dari pemerintah.
"Untuk apa? Kalau naik becak di Cirebon. Ketika ditanya berapa ongkosnya? Dia jawab terserah," tutur Dedi Mulyadi.
Bahasa terserah itu adalah bahasa pariwisata.
Jangan digetok kalimatnya terserah.
Tukang becaknya tumbuh menjadi becak yang menjadi pramukepariwisataan.
"Begitu naik becak, enggeh mau ke mana? mau ke Kasepuhan, mau ke kanoman, mau ke masjid, mau ke pasar, mau lihat situs-situs kebudayaan," kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Bantuan PIP Anak Sekolah Tingkat SMP Cair Rp375 Ribu di Bank BRI, Bagaimana Nasib Siswa SD dan SMA?
"Makannya mau apa? Mau makan yang berbungkuskan daun jati disebutnya nasi jambal atau makan apa saja," pungkas Dedi Mulyadi. (*)