Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anggaran Baju Dinas Pemprov Jabar Dihilangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Loncat ke Rp1,3 Triliun

Siti Dewi Yanti • Rabu, 23 April 2025 | 15:38 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan perubahan anggaran Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan perubahan anggaran Pemprov Jabar

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri rapat paripurna Kabupaten Cirebon dalam rangkan hari jadi yang ke-543.

Dalam sidang paripurna tersebut, ia menyampaikan pidato terkait rencana pembangunan di Jawa Barat.

"Di tempat lain, orang menurun pembangunannya, di Jawa Barat mengalami peningkatan," tutur Dedi.

Ia menjelaskan, alokasi untuk pembangunan jalan dan irigasi mengalami kenaikan signifikan.

"Alokasi jalan irigasi yang hanya Rp600 miliar loncat ke Rp2,4 triliun," tandas Dedi.

Hal yang sama terjadi terhadap anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan.

"Pembangunan infrastruktur pendidikan, yang hanya Rp600 miliar loncat ke Rp1,3 triliun," tambah Gubernur Jawa Barat.

Dedi juga menyebutkan, anggaran listrik juga mengalami peningkatan.

"Anggaran listrik yang kisaran Rp40 miliar loncat ke Rp300 miliar," paparnya.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu membeberkan, hal tersebut bisa dilakukan karena ketauladanan.

"Seluruh loncatan itu dilakukan dengan apa, ketauladanan," tandasnya.

Dedi menjabarkan, sejumlah alokasi belanja Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan dihilangkan.

"Dimulai dari siapa? Gubernurya dulu efisiensi. Belanja dinas dipotong 3/4, anggaran baju hilang," ungkapnya.

Dedi mengemukakan, alokasi kerja sama media juga dipangkas menjadi Rp3 miliar.

"Kalau orang sering cerita ke saya, 'Kang Dedi pencitraan-pencitraan'.

"Justru anggaran pencitraan provinsi Jawa Barat menurun tajam dari Rp49 miliar menjadi Rp3 miliar kerja sama media," lanjutnya.

Mantan anggota DPR RI ini menyebutkan, pemimpin harus mulai terlebih dahulu.

"Harus dimulai dari pemimpin, kalau pemimpinnya tidak dimulai, maka setiap orang akan berkata kamu hanya basa-basi," ujarnya.

Dedi mengungkapkan, perjalanan dinas dipangkas 70 persen.

"Efisiensi mobil saya rangkaiannya hanya 3, para kepala instansi boleh ikut.

"Kenapa? sudah saya pangkas 70 persen anggaran perjalanan dinasnya. Saya ngerti mereka tidak bisa kemana-mana," ucapnya.

Menurut Dedi, efisiensi harus dilakukan untuk bisa melakukan loncatan.

"Ini harus dilakukan efisiensi kenapa? negara tidak boleh terus-terusan masalahnya itu-itu juga, harus mengalami loncatan.

"Kita jangan terlalu jauh ketinggalan oleh Vietnam, oleh Singapore," tandasnya.

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #pembangunan infrastruktur pendidikan #gubernur jawa barat