RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato saat rapat paripurna bersama pimpinan DPRD dan Kepala Daerah Kabupaten Cirebon pada Senin (21/4/2025) lalu.
Dalam sambutannya, Dedi mengungkapkan banyak warga yang datang ke rumahnya setiap hari.
"Di rumah saya, hampir 30 orang nginep. Setiap hari rumah saya dipenuhi oleh orang," ungkapnya.
Dedi menjelaskan, salah satunya terkait pelecehan seksual.
"Satu, mereka tidak mau lapor, rata-rata terintimidasi, tidak berani," sebutnya.
Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Barat mempersilahkan masyarakat untuk melapor.
"Hari ini saya memberikan jaminan pada siapapun silahkan lapor ke gubernur," tandasnya.
Dedi berjanji akan menjamin keselamatan warga yang melapor padanya.
"Saya akan menjamin keselamatan anda," ujarnya.
Dedi menceritakan, perbuatan terlarang yang terjadi pada anak usia 6 tahun.
Pelaku, Dedi menuturkan, bahkan tidak memiliki ongkos untuk diperiksa.
"Satu, bapaknya mengintimidasi istrinya. Dua, bapaknya mengintimidasi anaknya, yang ketiga dia kehilangan tempat makannya.
Ketika diperiksa polisi bolak-balik, dia tidak punya ongkos untuk diperiksa," ceritanya.
Oleh karenanya, Dedi menilai, negara harus hadir dalam kondisi seperti ini.
"Untuk itu, negara harus hadir menjamin selama pemeriksaan sampai ke pengadilan," tuturnya.
Dedi menuturkan, akan menyiapkan pengacara untuk mendampingi.
"Kehidupan anda saya jamin, makan anda saya jamin, pengacaranya disiapkan. Saya punya 200 pengacara yang free, yang siap saya luncurkan untuk mendampingi rakyat yang bermasalah," tambahnya.
Menurut Dedi, hal-hal seperti ini harus direspon pemimpin.
"Seluruh potret ini harus segera direspon oleh kita, oleh para pemimpin," ucapnya.
Dedi mengimbau kepada peserta yang hadir di Rapat Paripurna Kabupaten Cirebon untuk rajin membaca media sosial.
"Caranya satu, pemimpinnya harus baca media sosial dalam setiap waktu, karena ada problematika masyarakat yang terjadi dalam setiap hari," ungkapnya.
Pemimpin, Dedi melanjutkan, harus menghormati peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
"Pemimpinnya harus respect terhadap apa yang terjadi pada lingkungan masyarakat. Sudah tidak musim lagi kita jadi Paklek Praja, kita harus menjadi pamong praja," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti