RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak mau menggunakan kekuasaan yang saat ini diembannya sebagai kepala daerah untuk urusan pribadi.
Hal tersebut disampaikan oleh Dedi dalam menanggapi isu soal mobil Lexus LX600 pribadi miliknya berplat nomor Jakarta yang sempat dikabarkan menunggak pajak dan menuai sorotan.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) kemudian menceritakan yang terjadi terkait mobil pribadi miliknya adalah bukan tunggakan pajak.
Lexus itu kata Dedi bukan tunggakan pajak, melainkan mobil atas nama orang lain yang domisilinya di Jakarta kemudian ia selalu memiliki komitmen bahwa nomornya harus nomor Jawa Barat.
Sehingga, orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu akan melakukan mutasi dari Jakarta ke Jawa Barat tetapi membutuhkan proses atau waktu yang agak lama.
"Karena ini masih atas nama orang lain prosesnya agak lama harus melalui mekanisme leasing tidak bisa saya langsung, berapa sih jumlah segala macamnya? Lumayan hampir Rp70 juta, pajak kemudian cabut berkas segala macam dan itu sudah saya bayar. Cuma mutasinya belum bisa dilakukan mungkin seminggu atau dua minggu ke depan," jelas Dedi Mulyadi dalam keterangan kepada wartawan dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Kepala daerah yang disapa KDM itu pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mau menggunakan kekuasaannya saat ini yakni sebagai Gubernur Jawa Barat untuk urusan pribadi dirinya.
"Maka saya tidak cerita sama siapa pun sehingga Plt Bapenda jabar kemarin telepon saya 'Pak kenapa gak minta bantuan?' Ini kan urusan pribadi bukan urusan pemerintah," ungkap KDM.
Meski akan dibantu dalam hal komunikasi, tetapi Dedi Mulyadi akan tetap membayar biaya mutasi tersebut sesuai peraturan.
"Saya bilang jangan dikurangin biayanya saya harus tetap bayar sebagaimana kewajiban saya karena saya sudah membayar jadi gak ada persoalan nunggak dan kemudian jatuh temponya di Januari sekarang baru April dan proses mutasinya jalan," sambungnya.
Editor : Eka Rahmawati