Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tiga Tahun Lagi, Gubernur Jawa Barat Targetkan di Cirebon Tidak Ada Jalan Bolong, Dedi Mulyadi: Tak Boleh Terjadi Penumpukan Uang Hanya di Kota

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 25 April 2025 | 09:23 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menemui warga di Kota Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menemui warga di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pembangunan di kawasan Cirebon, akan terus diperhatikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, pembenahan infrastruktur harus dimaksimalkan.

Selain itu, kata Dedi Mulyadi, infrastruktur jalan harus segera dibenahi.

"Saya targetkan ke pak Bupati, nanti kita lakukan secara bersama-sama melalui pergeseran anggaran," jelas Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, harus dilakukan efisiensi belanja pemerintah.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, harus ada pengalihan pada infrastruktur.

"Saya targetkan 3 tahun di Cirebon tidak boleh lagi ada jalan bolong," ungkap Dedi Mulyadi saat di DPRD Kabupaten Cirebon.

Bagaimana gubernur melakukan tahapannya? Dedi Mulyadi menegaskan, tidak akan dulu langsung ke jalan kabupaten, karena dirinya harus membereskan terlebih dulu jalan provinsi.

"Itu yang menjadi kewajiban saya sebagai gubernur. Tetapi, yakin bahwa jalan provinsi tahun ini sudah 90 persen, tahun depan tinggal 10 persen. Di tinggal 10 persen inilah provinsi akan mulai mengintervensi jalan-jalan kabupaten," tutur Dedi Mulyadi.

Setelah jalan-jalan kabupaten, jelas Dedi Mulyadi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengintervensi jalan-jalan desa.

"Kenapa harus dilakukan seperti itu? pembangunan harus terintegrasi," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, tidak boleh ada disparitas, tidak boleh ada penumpukan uang di kota, tidak boleh ada penumpukan uang pada sebuah daerah.

"Maka harus terdistribusi dengan baik. Maka kebijakan fiskal di Provinsi Jawa Barat nanti bukan hanya mempertimbangkan aspek pendapatan pada sebuah wilayah, tapi pendapatan dari sebuah daerah bisa bergeser ke daerah lain," tutur Dedi Mulyadi.

"Dengan pertimbangan apa? melestarikan hutan, menjaga mata air, menyelesaikan kemiskinan. Itu menjadi pertimbangan pertimbangan fiskal Provinsi Jawa Barat," pungkas Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #jalan #gubernur jawa barat #cirebon