RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau lokasi Jembatan Cicangor di Karawang untuk melihat perbaikan yang sudah dilakukan.
Saat menuju jembatan tersebut, Dedi sempat menanyakan soal truk tambang yang kerap melewati jalan provinsi yang ada di wilayah tersebut.
Warga yang ada di lokasi menuturkan, setiap malam ada truk tambang yang mengangkut batu kapur melewati jalan tersebut.
Mendengar hal tersebut, Dedi menuju ke lokasi tambang yang tengah melakukan pembakaran batu kapur.
"Ini sampah apa? Pembakaran apa ini?" tanya Dedi.
"Batu kapur," jawab pekerja yang ada di lokasi pembakaran.
"Batu kapurnya dari mana? Dibakarnya di sini?" tanya Dedi
"Dari lokasi. Iya Pak," tutur pekerja pembakaran.
Dedi Mulyadi pun menanyakan izin pembakaran yang dimiliki.
"Ada izin pembakaran engga? Membakarnya pake limbah?" tanya Dedi
"Tidak tahu Pak," ungkap pekerja.
Untuk mengetahui lebih jauh, Dedi menelusuri lingkungan setempat dan bertemu dengan salah satu warga.
"Pak tolong diperiksa izin lingkungannya?" pintanya
"Bapak warga sini?" tanya Dedi
"Iya, itu rumah saya di sana," imbuh salah satu warga.
Gubernur Jawa Barat menanyakan masalah yang ingin diadukan warga.
"Jadi masalahnya apa di sini?" tanya Dedi.
"Itu keluhannya, asap," jawabnya
"Pembakarannya sering?" tanya Dedi
"Sering," jawab warga tersebut.
Setelah mencari lembar surat perizinan pembakaran, Dedi menanyakan frekuensi pembakaran batu kapur.
"Ini engga ada izinnya. Bakarnya sering kaya begini?" tanya Dedi.
"Sering, seminggu sekali," jawab warga tersebut.
Dedi Mulyadi meminta pekerja pembakaran batu kapur untuk tidak membakar batu kapur.
"Stop dulu Pak. Rumah bosnya di mana? Kapurnya di bawa ke mana?" tanyanya.
"Ke Kulon, Serang," jawab pekerja.
Dedi pun menanyakan soal asap kepada ibu-ibu yang mendatanginya.
"Terganggu engga dengan asap ini? tanyanya.
"Terganggu," ungkap para warga.
Dedi pun ke lokasi pembakaran batu kapur lainnya dan menemukan banyak lokasi pembakaran yang menimbulkan asap hitam pekat.
"Ini desa apa?" tanyanya kepada warga yang meminta ijin untuk berfoto.
"Desa Tamansari Pak," ujar warga.
"Suruh panggil aja orang kadesnya," pungkas Dedi.
Diketahui, lokasi pembakaran batu kapur berada di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.
Editor : Siti Dewi Yanti