Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anak Istimewa yang Ditinggalkan Ayahnya Sejak Usia Dua Bulan Bikin Gubernur Jawa Barat Menangis, Dedi Mulyadi: Ieu Rp20 Juta Tiasa Janten Modal Kerja

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 26 April 2025 | 11:17 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menangis saat bertemu Leli seorang anak yang ditinggalkan ayahnya di Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menangis saat bertemu Leli seorang anak yang ditinggalkan ayahnya di Kabupaten Bandung Barat.

RADAR BOGOR - Selama bertahun-tahun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terus melakukan safari ke berbagai daerah.

Kali ini, Dedi Mulyadi mendatangi kawasan Kabupaten Bandung Barat.

Saat di atas panggung, Dedi Mulyadi memanggil salah satu anak istimewa.

"Ieu saha, kadieu," ucap Dedi Mulyadi mengajak anak berkerudung tersebut ke atas panggung.

Ya, Dedi Mulyadi menanyakan nama dan alamat anak berkerudung putih tersebut.

"Leli, 15 tahun," jawab Leli.

Leli mengaku, tinggal di Kampung Cibatu, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat datang bersama ibunya yang bernama Desi.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi meminta Desi untuk naik ke atas panggung.

Dedi Mulyadi sempat terkejut karena ibunya menggendong bayi.

"Oh, geus orokan deui wae," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengaku, kagum karena membawa sang anak ke acaranya dan berani tampil di atas panggung.

Kepada Desi, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi Leli, apakah kondisi yang dialami sejak kecil dan kepalanya terus membesar. "Henteu," ucap Desi.

Desi menceritakan, anaknya Leli sempat sekolah sehingga kelas dua SD namun berhenti sebab harus pindah ke SLB (sekolah luar biasa).

Menurut Desi, Leli adalah anak pertama, sedangkan anak kedua sekarang kelas tiga SD dan yang anak ketiga masih bayi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, diperlukan ekstra kesabaran dalam mendidik Leli sebab harus terus mendapatkan perhatian ibunya.

Kemudian, Dedi Mulyadi meminta ayah sambung Leli untuk naik juga ke atas panggung.

Kepada Dedi Mulyadi, ayah sambung Leli mengaku sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

Ia menjelaskan, rela bekerja keras agar keluarganya bisa hidup layak.

Desi menambahkan, ayah Leli pergi meninggalkan anaknya saat masih berusia 2 bulan. "Teu tanggung jawab," ucap Desi.

Mendengar kisah pilu Leli, Dedi Mulyadi sempat menangis kemudian mengeluarkan uang tunai Rp20 juta dari kantong celananya.

"Ibu, ieu artosna kedah kanggo cadangan di bumi, disimpen, engke bilih putrana hiji waktos teu damang," tutur Dedi Mulyadi sambil meneteskan air mata.

"Bapak ibu dayana, safari sapertos kieu, sim kuring tos 17 tahun ngalakon," kata Dedi Mulyadi.

"Duka sabaraha ribu jalmi nu aya di tiap panggung, nu robih nasibna, pami ngelolana ieu Rp20 juta tiasa janten modal kerja anu kiat kanggo biaya hirup murangkali, kapayunna sapertos kieu kedah teras-terasan dijaga, diriksa, kedah penuh kesabaran ditinggalkeun ku bapana teu tanggung jawab," jelas Dedi Mulyadi.

"Mudah-mudahan kapayun pamarentah provinsi, pamarentah Kabupaten Bandung Barat tiasa teras ngaronjatkeun langkah-langkah kanggo ngawujudkeun naon janten harepan sadayana," pungkas Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #kabupaten bandung barat #gubernur jawa barat