RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertemu dengan sejumlah pemilik bangunan di kawasan bantaran sungai Bekasi.
Salah satunya, Dedi Mulyadi berdialog dengan seorang pria yang tinggal di kawasan Kali Hulu, Tanjungsari, Cikarang Utara, Bekasi
"Tinggal di situ sejak kapan?," tanya Dedi Mulyadi kepada pria yang mengenakan rompi hitam kuning tersebut.
"Saya 10 tahunan, pak," jawab warga.
"Itu rumah siapa tadinya?," ucap Dedi Mulyadi yang mengenakan pakaian serba putih.
Warga tersebut mengaku, rumah yang sempat ditinggalinya adalah peninggalan orang tua.
"Orang tuanya enggak punya rumah? peninggalannya di bantaran sungai itu?," kata Dedi Mulyadi.
Pria tersebut membenarkan pernyataan Dedi Mulyadi, "Iya, Pak," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku, dirinya berpikir panjang.
"Saya sampai mikirin program rumah yang dari pemerintah. Jadi memang enggak punya rumah mau gimana lagi," tutur Dedi Mulyadi.
"Enggak punya rumah, enggak punya tanah ya, tapi masih punya nyawa. Masih punya sehat. Masih punya istri," sambung Dedi Mulyadi kepada warga yang datang.
Warga lainnya mengaku, kini tinggal di kontrakan setelah rumahnya digusur karena ada di bantaran sungai.
"Kontrakannya berapa sebulan?," tanya Dedi Mulyadi.
"Rp600 ribu, Pak. Air lain," ucap seorang perempuan yang berusia 54 tahun tersebut.
"Udah bayar belum?," tanya Dedi Mulyadi lagi.
"Belum. Entar kredit," jawab perempuan itu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim