Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswa Diminta Jalan Kaki ke Sekolah, Gubernur Jawa Barat Jelaskan Manfaatnya, Dedi Mulyadi: Berjalanlah Selama Masih Bisa Berjalan

Eka Rahmawati • Selasa, 29 April 2025 | 05:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan para siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Kabupaten Ciamis yang sempat viral saat jalan kaki.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan para siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Kabupaten Ciamis yang sempat viral saat jalan kaki.

RADAR BOGOR - Jalan kaki menjadi kebiasaan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, oleh karena itu ia meminta para siswa juga melakukan hal serupa.

Dedi Mulyadi menyampaikan imbauan kepada para siswa atau pelajar di Jawa Barat agar jalan kaki atau naik sepeda ke sekolah. Imbauan itu disampaikan Dedi Mulyadi bagi mereka yang memang memungkinkan jalan kaki dibanding naik kendaraan bermotor.

"Imbauan untuk jalan kaki ke sekolah atau naik sepeda bagi mereka yang jaraknya masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dan bersepeda," ujar Dedi Mulyadi saat bertemu para siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Kabupaten Ciamis yang sempat viral usai video mereka pulang sekolah berjalan kaki beredar di media sosial. 

Namun, jika jaraknya tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki atau bersepeda maka kata Dedi boleh saja diantar atau menumpang kendaraan bermotor. Jalan kaki menurutnya bisa dilakukan pagi hari saat akan berangkat ke sekolah karena udara pagi yang menyegarkan.

Sebab jika siang hari atau jalan kaki saat pulang sekolah, Dedi menyebut akan terasa panas dan siswa sudah kelelahan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga lebih baik dilakukan pada pagi hari. 

Dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dalam pertemuannya dengan siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai hal, salah satunya soal imbauan untuk berjalan kaki ke sekolah.

Selain itu menurut Dedi, selain bermanfaat untuk kesehatan jalan kaki bersama ke sekolah akan melahirkan semangat kebersamaan di antara para siswa.

"Mereka di jalan bercanda, seseurian (tertawa) itu sudah tidak didapat anak SMP sekarang. Naik motor individualis terus kemudian di rumahnya main HP, selama ngobrol main HP, gak ada lagi semangat kebersamaannya," ungkapnya. 

Dedi Mulyadi kemudian menceritakan tentang kebiasaannya setiap hari yang selalu menyempatkan diri jalan kaki di tengah kesibukan sebab memiliki manfaat untuk kesehatan. 

"Saya itu setiap hari di rumah saya di Lembur Pakuan jalan kaki setiap pagi, nanti terasa deh jalan itu penting," jelas Dedi Mulyadi.

Bahkan sejak duduk di bangku sekolah, Dedi sudah terbiasa berolahraga hingga manfaatnya ia rasakan saat ini ketika usianya 54 tahun. Dengan kebiasaan berolahraga khususnya jalan kaki, Dedi merasakan manfaatnya saat ini bahkan ia mengaku masih kuat berjalan kaki hingga 2 jam lebih.

"Kokoh kakinya kuat larinya masih kencang, jalan kaki kuat 2,5 jam," kata Dedi. 

Gubernur mengatakan imbauan kepada siswa agar berjalan kaki adalah demi kebaikan atau untuk masa depan, sebab ia khawatir anak-anak muda mudah terserang penyakit karena jarang berolahraga.

Sebab salah satu ancaman terbesar anak-anak Indonesia kata Dedi Mulyadi adalah mudah terserang penyakit, terutama diabetes akibat dari apa yang konsumsi salah satunya minuman kemasan ditambah jarang bergerak atau berolahraga.

Dedi pun khawatir anak-anak di Indonesia mudah terkena serangan penyakit karena jarang bergerak atau berolahraga. 

"Hidup pengen sehat kan? Berjalanlah selama engkau masih bisa berjalan," pesan Dedi Mulyadi.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #jalan kaki #gubernur jawa barat