Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswa Nakal bakal Dikirim ke Barak Militer, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelaskan Sistem Pendidikannya dan Harus Ada Persetujuan Orang Tua

Eka Rahmawati • Selasa, 29 April 2025 | 10:16 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait kebijakan mengatasi anak nakal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait kebijakan mengatasi anak nakal.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjelaskan soal rencana mengirim siswa nakal ke barak militer TNI termasuk pola pendidikan yang nantinya dijalani.

Dedi Mulyadi menyampaikan program yang digagas olehnya itu memiliki tujuan yang baik yakni demi menyelematkan para generasi remaja yang dianggap sudah tidak bisa lagi dinasihati bahkan mengancam orang tuanya.

Menurut Gubernur Jabar, masalah anak-anak remaja yang mengalami perilaku bar-bar atau kenakalan karena usianya yang sedang sangat puber merupakan tanggung jawab orang tua dan tanggung jawab negara. Namun, tetapi yang terjadi saat ini kata kepala daerah berusia 54 tahun itu problem kenakalannya sudah akut sampai pada tindak kriminal sehingga tidak bisa dibiarkan.

"Untuk itu kebijakan barak militer bagi anak-anak nakal sesungguhnya adalah kebijakan untuk mengembalikan jati diri anak pada pola disiplin dan pola hidup yang sesuai dengan sikap dan sifat masa remajanya, terarah memiliki visi dan memiliki masa depan yang baik," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang disampaikan melalui unggahan video di Instagram @dedimulyadi71, Selasa (29/4/2025).

Program tersebut kata Dedi, merupakan salah satu terobosan mengingat begitu luasnya dan begitu buruknya perilaku kenakalan yang terjadi saat ini dan begitu beratnya orang tua menghadapi anak-anak nakal. Karena menurutnya, seringkali ketika orang tua menegur bukannya diikuti malah ada ancaman.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) kemudian menjelaskan terkait sistem pola pendidikan siswa nakal di barak militer nantinya.

Pertama, mereka yang mengikuti pelatihan, disiplin, mentalitas, dan mengembalikan perilakunya kepada perilaku yang mandiri harus didasarkan pada persetujuan orang tuanya.

"Karena bagaimana pun mereka masih di bawah perwalian dari orang tuanya, Aartinya orang tuanya memiliki kesadaran untuk menyerahkan mereka melewati pendidikan militer sebagai bentuk pembentukan disiplin dan karakter," jelas Dedi Mulyadi.

Kedua, pola pendidikan militernya bukan pola pendidikan perang, melainkan pola pendidikan berolahraga, berkesenian, mengembangkan minat dan bakat, membangun disiplin. Mulai dari bangun pagi, sampai tidur kembali, kemudian membangun keteraturan pola makan, pola minum, dan menjauhkan mereka dari rokok dan obat-obat terlarang.

Ketiga, kata Gubernur Jawa Barat, pola pendidikannya adalah yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa tersebut, dan mereka tidak kehilangan haknya sebagai seorang pelajar dan tetap terdaftar menjadi siswa di SMP maupun SMA masing-masing.

"Mereka tetap mengikuti proses belajar mengajar di barak militer, untuk itu kepada semuanya yuk mari bersama-sama selamatkan generasi kita dari berbagai ancaman yang ada di lingkungan kita," ungkap Gubernur Jabar.

Ancaman tersebut kata Dedi di antaranya pergaulan bebas, penggunaan handphone yang di dalamnya ada game online dan lain-lain yang akan mempengaruhi psikologi dan psikis mereka.

Dedi pun menegaskan program tersebut juga menyelamatkan para remaja atau generasi muda dari ancaman kekurangan gizi atau makanan-makanan yang tidak berkualitas yang mengakibatkan mereka sakit.

"Untuk itu semoga seluruh kebijakan ini merupakan kebijakan yang bertujuan untuk menyelamatkan generasi Jawa Barat menjadi generasi yang kokoh kuat dan hebat," tutup Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #barak militer #siswa #gubernur jawa barat #nakal