RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya viral di media sosial usai disebut Gubernur Konten oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Gubernur Jawa Barat (Jabar) menegaskan bahwa dari konten yang dimilikinya bisa menghemat belanja iklan dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar per tahun atau sekitar Rp47 miliar.
Dedi Mulyadi kembali menjelaskan soal anggaran belanja iklan dan kerja sama media di Provinsi Jawa Barat yang bisa hemat hingga angka Rp47 miliar, Rabu (30/4/2025).
"Ramai banyak pihak yang membicarakan bahwa saya adalah gubernur konten, artinya bahwa saya hanya bekerja demi konten," kata Dedi Mulyadi mengawali penjelasannya di Instagram @dedimulyadi71
Pertama kata Dedi ia ingin menjelaskan bahwa bekerja sebagai gubernur harus memiliki tujuan visi dan misi yang mana harus bisa disebarluaskan kepada masyarakat, termasuk kinerja gubernurnya harus diketahui oleh seluruh rakyat yang dipimpinnya.
Dulu sebelum ia menjabat, menurut Dedi Mulyadi, gubernur di Provinsi Jawa Barat memakai anggaran negara yang ada di Dinas Informasi dan Komunikasi salah satunya berjudul anggaran kerja sama media yang mana bertujuan agar seluruh langkah-langkah, kebijakan, dan pekerjaan-pekerjaan gubernur bisa dimuat oleh berbagai platform media.
"Platform media itu nanti menyebarluaskan dalam bentuk narasi berita, dalam bentuk tayangan gambar maupun tayangan video atau tayangan tulisan dan kerja sama media itu memakan biaya yang cukup besar," ungkap Gubernur Jabar.
Kepala daerah berusia 54 tahun itu kemudian menyampaikan bahwa di Provinsi Jawa Barat per tahun anggaran iklan dan kerja sama media menelan hampir Rp50 miliar. Sehingga kalau per tahun Rp50 miliar dikali 5 tahun bisa mencapai Rp250 miliar dan itu belum anggaran lainnya.
"Kemudian orang menyebutnya anggaran untuk membangun citra pemerintah provinsi (Jawa Barat) maupun citra personality gubernur itu sendiri. Secara kebetulan saya memiliki media sendiri ada YouTube, TikTok, Instagram, nah ketiga media ini saya coba untuk merekam apa yang saya lakukan dan saya sajikan di TikTok di IG maupun di YouTube," jelas Dedi Mulyadi.
Berbagai kegiatan Gubernur Jabar yang diposting di media sosial itu pun sering viral dan menuai berbagai reaksi atau komentar masyarakat di jagat maya alias warganet.
"Tayangan-tayangannya relatif ditonton, itu hak orang untuk menilai baik negatif maupun positif tetapi dari sisi aspek kepentingan pemerintah maka sudah terjadi dengan yang disebut realokasi anggaran," kata Dedi.
Realokasi anggaran tersebut ungkap Gubernur Jabar, dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar, maka negara dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat diuntungkan sebesar Rp47 miliar.
"Sehingga yang Rp47 miliar itu buat apa sih? Buat bangun jalan, buat bangun irigasi, buat bangun ruang sekolah, buat bangun layanan kesehatan dan banyak lagi," kata Gubernur Jawa Barat.
Sehingga konten-konten yang disuguhkan Dedi Mulyadi di media sosial pribadinya itu memiliki manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya di Jawa Barat.
"Artinya media sosial yang saya gunakan itu sudah berhasil mengurangi pembiayaan negara dari belanja media menjadi belanja infrastruktur, tentunya sudah tentu akan dirasakan oleh masyarakat kapan akan dirasakannya, nanti setelah pekerjaannya selesai dikerjakan," ucap Dedi Muyadi.
Editor : Eka Rahmawati