RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan seluruh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Jabar.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi mengingatkan, bangunan liar yang di pinggir sungai menyebabkan penyempitan sungai.
"Kemudian menyebabkan pendangkalan sungai, sampah bertumpuk, hilang keindahan, banjir," ungkapnya.
Oleh karenanya, Dedi mengatakan pemerintah harus berani.
"Untuk itu, pemerintah harus berani pemerintahnya ambil tindakan," tegasnya.
Sehingga, Dedi menyebutkan, seluruh bangunan liar di provinsi Jawa Barat harus ditertibkan.
"Tanah-tanah negara harus dikembalikan, pinggir jalan harus indah, pohon-pohon harus ditanam, pasar-pasar harus bersih," tandasnya.
Dedi juga menekankan, pejalan kaki harus bisa menggunakan trotoar dengan baik.
"Karena ini negara yang diurus dan terurus," sebutnya.
Selama Satuan Pol PP di kabupaten Kota, Dedi melanjutkan, menjalankan tugas dengan baik, sesuai dengan SOP.
"Tidak melakukan tindakan pungli, tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kepatutan Satuan Polisi Pamong Praja," tambahnya.
Maka, Dedi menuturkan, akan dibantu oleh gubernur.
"Real bekerja untuk kepentingan ketertiban, keindahan, kebersihan daerah, maka anda tidak hanya dibantu Bupati, Wali Kota, anda dibantu oleh Gubernur," pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Dedi mengajak Bupati dan Wali Kota berani melakukan tindakan dan negara harus memperlihatkan otoritasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti