RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat bertemu dengan seluruh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Jabar di Gedung Pakuan Bandung.
Dalam pidatonya kepada Satpol PP, Dedi menyarankan pendekatan humanis.
"Kalau saya kebiasaan, di dompet, di tas saya minimal Rp50 juta harus ada," ungkapnya.
Dedi menyebutkan, Satpol PP harus memiliki dana taktis.
"Sehingga Kepala Satpol PP harus ada dana taktis operasional yang dia harus pegang, harus ada pendekatan taktis. Bere Rp500 ribu, beri Rp200 ribu, begitu," jelasnya.
Dedi menyebutkan, dirinya kerap mengajak minum kopi untuk membereskan masalah.
"Ari tos ngabongkar hungkul, nego, meli rokok teu boga duit, ripuh atuh. Bahasa urang mah, ngajak ngopi beres," ungkapnya.
Sambil bercanda, Dedi Mulyadi menuturkan, asal uang Gubernur Jawa Barat.
"Ari gubernur boga duit ti mana wae? Youtube," candanya yang disambut dengan gelak tawa Kepala Satpol PP se-Jawa Barat.
Dedi menjelaskan, biaya operasional gubernur dibagikan kepada warga.
"Kan aya biaya operasional-na. Biaya operasional gubernur teh dipake (sambil menggerakan tangan seperti memberi)," ceritanya.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga sempat menyinggung anak sekolah yang kerap nongkrong setiap malam.
Dedi memulai program mengirimkan anak-anak yang tidak bisa diatur ke Barak Militer untuk mendapat pendidikan.
"Sekarang tidak ada lagi pembiaran, angkut anak-anak yang nakal, dibawa ke barak militer, dibiayai oleh Bupati dan Wali Kota," ujarnya.
Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengusulkan untuk memberi dana insentif kepada Damkar dan Satpol PP.
"Kalau SOP diperbolehkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan stimulus," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti