Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puluhan Siswa Nakal Mulai Dikirim ke Barak Militer di Purwakarta, Orang Tua Ikhlas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelaskan Larangan saat Pembinaan

Eka Rahmawati • Jumat, 2 Mei 2025 | 06:22 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Komandan Resimen Artileri Medan (Danmenarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad Kolonel Arm Roni Junaidi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Komandan Resimen Artileri Medan (Danmenarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad Kolonel Arm Roni Junaidi.

RADAR BOGOR - Program siswa nakal dikirim ke barak militer yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai dilaksanakan dan diawali di Purwakarta. 

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mempelopori kebijakan Dedi Mulyadi dengan mengirim puluhan pelajar SMP yang terlibat aksi kenakalan remaja ke barak militer TNI AD di Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha Kostrad.

Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad merupakan satuan di bawah komando Divisi Infanteri 1/Kostrad TNI Angkatan Darat (AD) dan berlokasi di Jalan Raya Sadang - Subang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang kini menjadi tempat untuk pembinaan siswa.

Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel tampak puluhan siswa yang duduk di bangku SMP memakai seragam putih berkumpul lalu menaiki kendaraan TNI AD disaksikan para orang tua. Suasana haru terjadi saat orang tua melihat anak-anak mereka dibawa ke Menarmed 1/Sthira Yudha Kostrad.

Para orang tua juga sempat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan menyebut setuju serta ikhlas anaknya dididik dan mendapat pembinaan di barak tentara.

Salah satu orang tua di Purwakarta mengaku setuju dengan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebab ia sudah kewalahan memberi nasihat kepada putranya.

"Ibu sendiri menangani bisa gak?" tanya Dedi Mulyadi kepada salah satu ibu yang anaknya akan dikirim ke barak TNI.

"Gak pak, makanya saya mempercayakan program ini untuk anak saya mudah-mudahan jadi lebih baik lagi," jawab ibu itu yang menyebut anaknya terlibat tawuran.

Dedi juga meminta para orang tua menandatangani surat pernyataan bersedia bahwa anaknya dididik di markas TNI AD dengan harapan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Mengenal Sunda Wiwitan di Dusun Susuru Ciamis, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Puji Toleransi Antar Warga yang Berdampingan di Tengah Keberagaman 

Gubernur Jawa Barat menjelasan aturan atau larangan bagi orang tua selama anaknya dididiknya di barak tentara, di antaranya tidak boleh membawa HP dan tidak boleh diberi uang jajan.

"Nanti makan disiapin, jangan dikasih HP, jangan dibekelin jajan ya nanti sudah kita siapin," ungkap Gubernur Jawa Barat.

Meski menjalani pembinaan di markas TNI, menurut Gubernur Jabar siswa tersebut statusnya tetap sekolah dan rencananya akan menjalani pendidikan selama 6 bulan. 

"Statusnya tetap sekolah, makan disiapkan, tidurnya diatur, tidak merokok, tidak bergaul ke luar," jelas Dedi Mulyadi. 

Pada kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga bertemu dengan Komandan Resimen Artileri Medan (Danmenarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad Kolonel Arm Roni Junaidi dan menitipkan para siswa SMP yang terlibat kenakalan remaja untuk menjalani pendidikan.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #barak militer #siswa nakal #gubernur jawa barat #purwakarta