RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengundang sejumlah siswa SMA Yadika 8 Bekasi ke rumah dinasnya di Gedung Pakuan.
Dedi sempat menanyakan, alasan para siswa membersihkan sungai dari sampah.
"Kenapa kamu bersih-bersih?"tanyanya.
"Karena kita juga mengadakan project P5, gaya hidup berkelanjutan," jawabnya.
Dedi mengimbau, agar kegiatan bersih-bersih sungai mendapat nilai dari sekolah.
"Anak sekolah daripada engga kawuran, mending bersihin sungai, nanti gurunya kasih nilai," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Dedi juga sempat menyinggung tentang larangan wisuda.
"Daripada terus-terusan pengen diwisuda," tuturnya yang disambut gelak tawa oleh para siswa yang datang.
Kepada para siswa SMA, Dedi menjelaskan alasan larangan wisuda sekolah di Jawa Barat.
"Jadi saya ngelarang wisuda, ngelarang berbagai kegiatan yang mengeluarkan uang, karena sayang sama orang tuanya," ungkapnya.
Dedi menjabarkan, orang tua di Bekasi kebanyakan sudah terjerat pinjaman online dan rentenir.
"Karena di Bekasi itu, rata-rata orang tuanya sudah menjadi pelanggan Bank Rentenir, Bank Emok, nanti kemiskinannya makin meningkat," bebernya.
Dedi menuturkan, uang orang tua bisa digunakan untuk persiapan masuk kuliah.
"Kan duitnya daripada dibuang, mending dipake untuk kuliah," sebutnya.
Kenangan, Dedi menyampaikan, akan terasa ketika berhasil.
"Kamu punya foto kenangan, itu foto kenangan tidak akan ada manfaatnya, jika kamu besok terpuruk," tandasnya.
Jika sukses, Dedi mengatakan, reuni menjadi acara yang paling diinginkan.
"Kalau kita sukses, reunian paling pengen. Kalau reunian sekolah itu, yang gagal hidupnya, malu reunion," pungkasnya.
Sebagai informasi, SMA 8 Yadika Bekasi mengadakan bersih-bersih lingkungan di sekitar bantaran sungai.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah para siswa tersebut dan mengundangnya ke Bandung untuk berdiskusi bersama.
Editor : Siti Dewi Yanti