RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengantar sejumlah siswa yang akan mengikuti pendidikan di Barak Militer Kodim 0619 Siliwangi Purwakarta.
Terlihat beberapa orang tua dan wali siswa ikut hadir dan sempat ditanya Dedi Mulyadi.
Salah satu orang tua ditanya Gubernur Jawa Barat alasan mengizinkan anak mengikukti pendidikan.
"Biar orang tahu, oleh ibu sendiri menangani bisa engga?" tanyanya.
"Engga Pak, mangkanya saya mempercayakan untuk anak saya mudah-mudahan menjadi lebih baik," tutur salah satu orang tua.
Dedi kembali menanyakan kesanggupan orang tua mengurus anaknya.
"Ibu sendiri sudah engga sanggup? Melawan?" tanyanya.
"Ini kan tinggal sama neneknya, saya kerja. Terus terang, saya kurang perhatian," beber salah satu orang tua.
Dedi menanyakan saat sang anak tinggal bersama neneknya.
"Akhirnya tinggal sama neneknya. Neneknya engga sanggup juga?" tanyanya.
Pertanyaan Dedi dijawab dengan gelengan kepala oleh salah satu orang tua.
Dedi menyampaikan, status anak yang menjalani pendidikan di Barak Militer tetap sama.
"Status anak ibu nanti tetap sekolah. Cuma sekolahnya pindah ke Komplek Resimen I Sthira Yudha," terangnya.
Terkait makanan, Dedi mengungkapkan, akan disiapkan.
"Nanti makannya disiapin, jangan kasih jajan. Jangan dikasih hape, jangan dijenguk," perintahnya.
Gubernur Jawa Barat kembali menanyakan kepada orang tua mengenai siswa yang kebanyakan terlibat dalam perkelahian antar kelompok.
"Anak ibu kenapa?" tanyanya.
"Tawuran," jawab sang ibu.
Kepada sang ibu, Dedi menanyakan lokasi perkelahian antar kelompok yang melibatkan sang anak.
"Di mana tawurannya?" tanya Dedi.
"Di Bojong," tutur sang ibu.
Dedi beralih ke orang tua lainnya dan menanyakan tempat tinggal sang anak.
"Tinggalnya sama Ibu?" tanya Dedi
"Sama neneknya," jawab sang ibu.
Gubernur Jawa Barat menanyakan alasan sang anak tinggal bersama neneknya.
"Ibu, kenapa anaknya tinggal sama neneknya?" tanyanya.
"Karena perceraian," jawab ibu lainnya.
Dedi menanyakan alasan sang anak tidak tinggal dengan ibu kandungnya,
"Kenapa engga dibawa sama Ibu?" tanyanya.
"Engga boleh sama orang tuanya," jelas ibu lainnya
Gubernur Jawa Barat bertanya terkait pemberian izin.
"Sekarang neneknya mengizinkan, ibu mengizinkan?" tanyanya.
"Mengizinkan," tegas sang ibu.
Dedi juga menyebutkan, surat yang harus diteken orang tua.
"Bersedia menandatangai surat pernyataan?" tanyanya.
"Siap," ucap sang ibu.
Dedi juga sempat berbincang dengan salah satu orang tua, yang anaknya mengikuti Paskibraka
"Kan udah ikut paskibra, masalahnya apa?" tanyanya.
"Kebawa-bawa teman, tawuran," jawab ibu yang lain lagi.
Dedi menekankan, pendidikan yang dilakukan tanpa menggunakan telepon seluler.
"Mulai sekarang dengan pola pendidikan ketat tanpa hape, tiap hari makannya bergizi, tidurnya jam 8 malam, bangunnya jam 4," jelasnya.
Selain itu, Dedi menyebutkan, aktivitas yang akan dilakukan sang anak selama mengikuti pendidikan di Barak Militer.
"Habis itu disuruh shalat subuh, sarapan, olahraga, nanti ikut kembali pembelajaran sekolah seperti biasa," paparnya.
Dedi mewanti-wanti agar orang tua tidak membekali anak dengan apapun.
"Jangan dibekelin ya. Awas lho, seminggu ibu jangan dating ke resimen. Harus tega ya. Ibu jangan ngasih duit sama anaknya. Nanti pulang udah seger," pungkasnya.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memulai program pendidikan di komplek militer untuk anak-anak yang tidak bisa diatur oleh orang tua.
Program ini pertama kali dilakukan oleh Kabupaten Purwakarta yang bekerja sama dengan Kodim 0619 Siliwangi Purwakarta.
Editor : Siti Dewi Yanti