Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Tuai Pro Kontra, Dedi Mulyadi: Saya Mengambil Tindakan-tindakan yang Memang Semestinya Dilakukan

Siti Dewi Yanti • Jumat, 2 Mei 2025 | 09:07 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan Pemprov Jabar yang dinilai pro kontra
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan Pemprov Jabar yang dinilai pro kontra

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 terasa istimewa.

"Hari ini sangat spesial karena hari pertama saya menjadi gubernur, melaksanakan peringatan Hari Pendidikan nasional

Di tengah-tengah pro kontra, Dedi melanjutkan, terhadap gagasan yang digulirkan.

"Mulai larangan study tour, larangan wisuda, perpisahan yang tidak boleh hura-hura mengambil biaya yang sangat mahal, diganti dengan perayaan sederhana dan berkesan," ucapnya.

Kemudian, Dedi menambahkan, saat ini, banyak anak-anak Jawa Barat melakukan perkelahian antar kelompok setiap hari.

"Saya sudah berapa puluh menangani orang korban tawuran yang babak belur, harus membiayai di rumah sakit biayanya puluhan juta, udah banyak banget deh," ceritanya.

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat menilai harus bertindak yang seharusnya.

"Untuk itu, saya mengambil tindakan-tindakan yang memang semestinya dilakukan," pungkasnya.
Dedi menyebutkan, kebanyakan orang tua merasa tidak sanggup.

"Karena orang tuanya engga sanggup, ditangani di kepolisian, karena masih banyak yang remaja, dikembalikan kepada orang tuanya," jelasnya.

Karena orang tua tidak sanggup, menurut Dedu, negara harus bisa menangani.

"Pada akhirnya kami menyepakati untuk dibangun pola pendidikan kedisiplinan meninggalkan perilaku buruk di komplek tantara," ujarnya.

Dedi menjelaskan, di komplek tantara tersebut, anak-anak belajar disiplin.

"Diajarin apa sih? Diajarin tidur jam 8 malam, bangun jam 4 agar tidurnya 8 jam, mandi, kemudian shalat subuh, kamarnya harus rapi kayak tantara, terus kemudian nyapu di halaman, terus olahraga," bebernya.

Selain itu, anak-anak akan berolahraga sebelum masuk pembelajaran normal.

"Belajar normal sebagaimana siswa yang lain," ungkapnya.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat mencanangkan pendidikan di komplek militer bagi anak-anak yang orang tuanya sudah tidak sanggup untuk mengurus.

Program ini sudah dimulai di Kabupaten Purwakarta. Sejumlah anak telah diantar orang tua untuk menjalani pendidikan di komplek militer.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #pendidikan di barak militer #pro kontra