RADAR BOGOR - Setelah sempat viral, para siswa SMA Yadika 8 Bekasi diundang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk makan bersama di gedung Pakuan.
Ya, Dedi Mulyadi kagum dengan kegigihan para siswa SMA Yadika 8 Bekasi yang ikut membersihkan sungai dari sampah
"Kemarin yang bersih-bersih itu siapa yang muncul?," tanya Dedi Mulyadi kepada guru dan siswa yang hadir.
Kemudian, salah satu siswa berkerudung putih mendekat kepada Dedi Mulyadi.
"Kamu ya, yang pakai topi itu, pakai baju hitam, yang pakai topi bersih-bersih," ucap Dedi Mulyadi.
Kemudian, Dedi Mulyadi meminta para siswa SMA Yadika 8 Bekasi agar konsisten.
"Udah jangan takut hitam. Udah tanggung. Iya kan? Tanggung," tutur Dedi Mulyadi.
"Kenapa kamu bersih-bersih?," tanya Dedi Mulyadi kepada para siswa SMA Yadika 8 Bekasi.
Salah satu siswa menjawab, karena para siswa SMA Yadika 8 Bekasi menjalankan P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
"Disuruh buat apa?," tanya Dedi Mulyadi lagi.
"Gaya hidup berkelanjutan, Pak," jawab siswa tersebut.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, sudah bagus anak sekolah mengerjakan hal positif daripada tidak karuan lebih baik membersihkan sungai.
"Gurunya kasih nilai di IPA itu di pelajaran ilmu sosial, di pelajaran PPKN, pelajaran agama," Jelas Dedi Mulyadi.
"Siapa yang paling bersih, paling rajin bersih-bersih sungai, bersih-bersih lingkungan, dialah agamanya paling tinggi. Benar enggak?," ungkap Dedi Mulyadi.
Mendengar pernyataan Dedi Mulyadi, para siswa dan guru SMA Yadika 8 Bekasi kompak membawab 'benar'.
"Pokoknya kamu jangan takut hitam. Keren kan? daripada terus-terusan pengen wisuda," pungkas Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim