RADAR BOGOR - Kendati ada desakan dari sejumlah pihak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap melarang adanya wisuda di tingkat TK hingga SMA.
"Jadi saya ngelarang wisuda, ngelarang berbagai kegiatan yang mengeluarkan biaya itu sayang sama orang tuanya," jelas Dedi Mulyadi saat bertemu para siswa dan guru SMA Yadika 8 Bekasi di gedung Pakuan.
Menurut Dedi Mulyadi, di Bekasi rata-rata orang tuanya sudah jadi pelanggan bank emok segala macam.
Nanti, kata Dedi Mulyadi, kemiskinannya semakin meningkat.
"Kan duitnya daripada dibuang, lebih baik pakai kuliah," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, kenangan itu nanti ketika berhasil.
"Kamu punya kenangan, punya foto kenangan, lu punya foto kenangan sekarang, itu foto kenangan tidak akan ada manfaatnya ketika kamu besok terpuruk," jelas Dedi Mulyadi.
"Kita punya foto kenangan, suatu saat 5 tahun atau 10 tahun ke depan kita terpuruk. Kita malu reunian," papar Dedi Mulyadi.
"Benar tuh, Pak," celetuk salah satu siswa SMA Yadika 8 Bekasi.
"Tapi kalau kita sukses, wih reunian paling pengen," ungkap Dedi Mulyadi.
Kepada para siswa dan guru SMA Yadika 8 Bekasi, Dedi Mulyadi menegaskan, apabila reunian sekolah maka orang yang gagal hidupnya itu rata-rata malu reunian.
"Ya kan? mending keneh nanti. Udah kan semua punya kenangan selama 3 tahun di sekolah," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)