RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat melakukan rapat terbuka dengan Kepala Bapedda Dedi Mulyadi dan Kepala Biro Kesra Andrie Kustira Wardana.
Salah satu yang dibahas mengenai pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Kemudian Bapak cek, harapan warga Jawa Barat adalah Rumah Sakit Hasan Sadikin, sampai hari ini ya," tuturnya.
Dedi mengatakan, sejumlah warga yang berasal Garut, Sukabumi, Tasik, dan daerah lainnya dirawat di RSHS.
"Mereka tuh sakit, problemnya dua pak, satu meninggalkan pekerjaan di rumah, yang kedua, Ketika nungguin di rumah sakit," katanya.
Tidak hanya itu, Dedi juga memikirkan biaya pangan dan papan keluarga pasien RSHS.
"Biaya makannya gimana, mereka harus nginep di mana di Bandungnya," ujarnya.
Dedi menuturkan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki dana yang cukup.
"Udah deh, kita punya duit provinsi ini Pak. Cek seluruh kontrakan yang di dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin," pintanya
Kepada Kepala Biro Kesra, Dedi meminta untuk mengontrak kamar-kamar yang ada di dekat RSHS, untuk dijadikan sebagai Rumah Singgah Pemprov.
"Ketika ke Bandung, mereka merasa punya orang tua, yaitu Pemprov Jabar," tandasnya.
Sehingga, Dedi melanjutkan, saat pasien dirawat, keluarganya sudah memiliki rumah kontrakan gratis.
"Kita temen-temen di provinsi ini, kita ibadah sosial, engga apa-apa digilir per organisasi, perangkat daerahnya," lanjutnya.
Dedi memberikan contoh ibadah sosial yang dimaksud.
"Minggu ini kita kirim nasi kotak, atau bagian biro umum, biro rumah tangga umum," ucapnya.
Dedi menuturkan, setiap hari pemprov selalu menyajikan makanan untuk para tamu.
"Bu Sekar kirim nasi kotak ke rumah-rumah kontrakan itu," jelasnya.
Mendengar penjelasan Gubernur Jawa Barat, Kepala Biro Kesra mengungkapkan, pemprov sudah memiliki rumah singgah.
"Pak Gub, izin sebenarnya terkait rumah singgah itu, secara parsial Pak, Dinas Sosial sudah ada, tapi secara kapasitas terbatas," sebutnya.
Namun, Dedi tetap ingin mencari kontrakan.
"Sudahlah gini, cari kontrakan saja. Kasih voucher, jadi selama orang itu tinggal, kita bayar," paparnya
Dedi menerangkan, saat pasien luar Kota Bandung masuk ke rumah sakit, akan mendapat voucher menginap.
"Ketika masuk rumah sakit, nanti ada petugas rumah sakit yang dari luar Kota Bandung, kasih voucher nginep," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti