Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pelajar yang Dibina di Barak Militer Diklaim Gubernur Jawa Barat Happy, Dedi Mulyadi: Pembiayaan Disupport Gubernur dan Bupati

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 3 Mei 2025 | 19:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan.

RADAR BOGOR - Para pelajar yang tidak dapat dididik oleh orang tuanya mulai masuk barak militer, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim para peserta happy.

Menurut Dedi Mulyadi, untuk mendapatkan pembinaan di barak militer tidak bisa sembarangan.

Dedi Mulyadi menegaskan, kriteria masuk pembinaan di barak adalah anak yang sudah mengarah pada tindakan kriminal.

Selain itu, orang tuanya pun tidak punya kesanggupan lagi untuk mendidik anaknya.

Artinya, jelas Dedi Mulyadi, anak yang diserahkan merupakan pelajar yang oleh orang tuanya di rumahnya sudah tidak mampu lagi untuk mendidiknya.

Sehingga, apabila orang tuanya tidak menyerahkan, maka pihaknya tidak akan menerima.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, mekanisme pelajar dibina di barak mliter sudah ada.

"Purwakarta sudah memulai kemarin, itu kan orang tuanya datang ke Dinas Pendidikan kemudian ke bupati kemudian berkumpul di Kodim," jelas Dedi Mulyadi.

"Kemarin kan langsung dimasukin ke barak Sthira Yudha Divif 1 Kostrad, dan mereka sangat happy," kata Dedi Mulyadi.

"Saya lihat hari ini, gimana enggak happy, gizinya cukup, istirahatnya cukup, olahraganya cukup, sistem pembelajaran di sekolahnya cukup, kan mereka tetap belajar di sekolah cuma gurunya saja ngajarnya di sana," tutur Dedi Mulyadi.

Soal payung hukum, Dedi Mulyadi menegaskan, dua hari yang lalu dirinya sudah membuat surat edaran ke sekolah-sekolah.

"Nah, kemudian kalau bicara payung hukum kan yang menyerahkan orang tuanya dalam bentuk surat keterangan bermaterai," papar Dedi Mulyadi.

Artinya, kata Dedi Mulyadi, pemerintah daerah kemudian jajaran TNI Polri itu mengelola anak-anak, mendidik anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya.

Untuk biaya, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi support, termasuk bupati dari biaya operasional.

"Tetapi, mungkin nanti di perubahan anggaran dimasukin dalam sistem, kan yang penting jalan dulu," kata Dedi Mulyadi.

"Misalnya begini deh, mereka butuh makan, masa kita enggak bisa ngirim makan sih? Pemda provinsi juga bisa ngirim makan tiap hari enggak ada masalah," tegas Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, di Kabupaten Purwakarta ada sebanyak 39 siswa yang masuk barak.

Sedangkan, sambung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Kota Bandung ada 30 orang. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #barak #militer #pelajar #gubernur jawa barat