RADAR BOGOR - Program siswa nakal dikirim ke barak militer tetap dilaksanakan di Jawa Barat meski menuai pro kontra hingga sorotan berbagai pihak. Lalu dari mana anggaran program siswa nakal dididik di barak militer?
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi gerak cepat dalam mengatasi persoalan kenakalan remaja di wilayahnya bahkan di antaranya sudah nekat berbuat kriminal dan membahayakan. Oleh karena itu, program ini telah dimulai pertama kali di Kabupaten Purwakarta disusul Kota Bandung.
Puluhan siswa SMP di Purwakarta saat ini sedang menjalani pembinaan di Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad berjumlah 39 orang dan di Kota Bandung ada 30 siswa SMA juga menjalani hal serupa di markas tentara di wilayahnya.
Terkait dengan anggaran, Dedi Mulyadi menjelaskan saat ini di Purwakarta untuk dananya sementara menggunakan biaya Gubernur Jawa Barat dan operasional Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
"Sementara ini saya support, Bupati juga suport dari biaya operasional mereka, Bupati Purwakarta dari biaya operasional dia support," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya kepada wartawan saat ditanya soal anggaran sebagaimana diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Namun, kedepannya menurutnya dalam perubahan anggaran Provinsi Jawa Barat akan dimasukkan.
"Tetapi mungkin nanti di perubahan anggaran dimasukkin dalam sistem yang penting jalan dulu, misalnya gini deh mereka butuh makan, masa kita gak bisa ngirim makan sih? Pemda Provinsi juga bisa ngirim makan setiap hari, gak ada masalah," kata Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menjelaskan kriteria anak nakal atau siswa nakal yang menjalani pendidikan di barak militer adalah mereka yang sudah mengarah ke tindakan-tindakan kriminal dan orang tuanya sudah tidak punya kesanggupannya untuk mendidik.
"Artinya bahwa yang diserahkan itu adalah siswa yang oleh orang tuanya di rumahnya sudah tidak mau lagi tidak mampu lagi untuk mendidik, jadi kalau orang tuanya tidak menyerahkan kita tidak terima," jelas Dedi.
Seperti di Kabupaten Purwakarta kata Gubernur Jabar, orang tua anak-anak tersebut datang ke Dinas Pendidikan kemudian ke bupati dan setelah melewati proses berkumpul di Kodim setempat lalu dimasukkan ke barak militer Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad.
"Mereka saya happy saya lihat, gimana gak happy, gizinya cukup, istirahatnya cukup, olah raganya cukup, sistem pembelajarannya cukup, kan mereka tetap belajar cuma gurunya aja ngajarnya ke sana," jelasnya.
Editor : Eka Rahmawati