RADAR BOGOR - Kerja sama yang bakal terjalin antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud tak hanya di bidang pertanian atau perkebunan. Dua kepala daerah di Indonesia juga bakal berkolaborasi dalam menyediakan kampung nelayan khusus warga Jawa Barat (Jabar) di Kalimantan Timur (Kaltim).
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bertemu Dedi Mulyadi di kediamannya di Subang, Jawa Barat dan membahas berbagai hal di antaranya pertanian, perkebunan, perikanan, sejarah, hingga bidang pendidikan.
Rudy mengatakan saat retreat kepala daerah beberapa waktu lalu Dedi Mulyadi banyak memberikannya inspirasi dan mengajarinya banyak hal terutama tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta memberi masukan terkait dengan efisiensi anggaran dan lain-lain.
"Kami datang dari Kalimantan Timur karena pertama menjadi referensi Jawa Barat, kami lihat pangannya sangat bagus kami ingin belajar terutama berkaitan dengan perikanan," ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud kepada Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Gubernur Kaltim menyampaikan bahwa konten Dedi Mulyadi dapat menjadi inspirasi baginya juga kepala daerah di seluruh Indonesia.
"Konten-konten Kang KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu memberikan inspirasi buat kita semua khususnya kepala daerah se-Indonesia bagaimana bisa mengelola sumber-sumber daya alam ini menjadi pendapatan asli daerah," kata Rudy Mas'ud.
Ia menjelaskan Kalimantan Timur memiliki wilayah yang sangat luas bahkan seluas Pulau Jawa tetapi penduduknya hanya 4 juta bahkan masih lebih banyak Kabupaten Bogor, salah satu wilayah di Jawa Barat.
Berkaitan dengan pertanian kata Rudy, pihaknya mendapat rapotnya atau hasil kurang bagus di sektor pertanian sebagai contoh saat ini Kalimantan Timur lumbung pangan diakuinya masih sedikit yakni sekitar 13 ribu hektar sampai 15 ribu hektar.
Bahkan Kaltim yang tengah dipersiapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) saat ini harus mengimpor produk pangan dari luar wilayah seperti telur, ayam, beras, sayur mayur, sebab di sana kata Rudy lebih banyak menghasilkan tambang, salah satunya dari batu bara yang mencapai 60 persen produksi nasional.
Gubernur Kaltim juga mengungkapkan kebun sawit di wilayahnya sangat luas, sehingga ia membutuhkan masukan dan inspirasi dari Provinsi Jawa Barat.
"Kami di sana banyak kebun sawit ada 3 juta hektar yang produktif dan sekitar 1,5 hektar masih banyak areal-areal kita yang perlu dimanfaatkan dan perlu belajar, terutama dengan beras bagaimana pulen seperti beras Cianjur.
Kemudian berkaitan dengan dengan perikanan Rudy Mas'ud mengampaikan wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini dipimpinnya memiliki laut serta sungai yang luas, tetapi di bidang perikanan belum terkelola dengan maksimal.
"Kami punya laut yang luas, sungai luas, tapi perlu memberikan inspirasi Jabar ini sungainya gak seluas Kalimantan Timur, lautnya gak seluas Kalimantan Timur karena kami juga melihat di sektor perikanan belum tergarap dengan baik," jelas Gubernur Kaltim.
Mendengar penyampaikan Gubernur Kaltim, Dedi Mulyadi memberinya saran dalam hal kerja sama yakni menyediakan sebuah kampung nelayan yang khusus diisi oleh warga Jawa Barat.
"Bikin kampung nelayan di sana yang melautnya orang Indramayu, orang Pamanukan, orang Palabuhanratu, Pangandaran, Garut, Ciamis kita tinggal ke sana, rumahnya sudah ada, kapalnya sudah ada tinggal melaut," ujar Dedi Mulyadi yang disambut antusias oleh Rudy Mas'ud.
Ia pun sepakat dengan rencana kerja sama yang diusulkan Dedi Mulyadi terkait dengan keberadaan kampung nelayan khusus warga Jabar termasuk kampung yang diisi oleh para petani dari Jawa Barat yang mengelola pertanian di Kaltim.
Di akhir obrolan, Dedi Mulyadi berharap Gubernur Kalimantan Timur bisa menyediakan ruang-ruang bagi warga Jawa Barat untuk bisa bertani, berkebun, dan menjadi nelayan di Kaltim.
"Sediakan ruang-ruang warga Jawa Barat untuk bertani, berkebun, dan menjadi nelayan di Kalimantan Timur, lulusan-lusan pertambangan terbaik dari ITB dikirim ke Kalimantan Timur," kata Gubernur Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati