RADAR BOGOR - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim siswa nakal ke barak militer kini justru digunakan para orang tua sebagai cara agar anak mereka menjadi nurut.
Meski menuai pro kontra, kebijakan Dedi Mulyadi jubu menjadi 'senjata' bagi sebagian para orang tua yang merasa terbantu karena sang anak akhirnya mau nurut. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen anak-anak yang awalnya sulit dinasehati menurut saat orang tuanya menyebut akan melapor ke Pak Dedi (Gubernur Jawa Barat).
Salah satunya saat seorang anak laki-laki sedang main HP dan game, sang ibu langsung memintanya berhenti bermain dan anak itu pun nurut.
"Kaget bisa langsung ditaro, Pak Dedi alhamdulillah anak soleh nurut banget barusan lagi main game dibilang udah langsung udah hatur nuhun Pak Dedi," kata seorang ibu yang bersyukur karena cara yang digunakannya ampuh.
"Makasih Pak Dedi alhamdulillah anak saya nurut banget," ungkap ibu tersebut.
Ada pula seorang anak perempuan yang sedang menangis dan sang ayah mengatakan akan melaporkannya ke Pak Dedi.
"Budak sorangan leuwih sieun ka gubernurna (anak sendiri lebih takut ke gubernurnya)," tulisnya di keterangan video.
"Berarti sama orang tua harus nurut, kalau gak nurut?" tanya sang ayah.
"Diambil Pak Dedy," jawab anak tersebut sambil mengusap air matanya dan siap nurut kepada orang tuanya.
Menanggapi berbagai video viral orang tua yang menakut-nakuti anaknya untuk dilaporkan ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jika tidak nurut mendapat respons sang kepala daerah.
Melalui video di Instagram @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat mengatakan kepada anak-anak siapa yang tidak nurut ia akan menjemputnya ke rumah.
"Hei siapa yang anak-anakku gak mau mandi, siapa yang anak-anakku gak mau makan, siapa yang gak mau tidur, siapa yang susah bangun ayo, siapa yang gak mau ke sekolah, siapa yang jajan terus, awas ya kalau sampai melawan orang tuanya, gak patuh, pengen jajan terus, susah tidur susah bangun, susah mandi, susah makan, males ke sekolah, awas loh Pak Gubernur datang nanti ke rumahnya ngejemput," ucap Dedi Mulyadi.
"Ayo mau dijemput ke rumah atau mau nurut sama ibu bapaknya sama papah dan mamanya ayo, ayo cepet nanti Pak Gubernur datang loh kalau gak nurut, nanti dibawa nih ya awas," sambungnya.
Editor : Eka Rahmawati