RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan orang tua yang anaknya terlibat kasus dugaan pencurian di Kota Bandung yang kemudian ditangkap di Cianjur. Anak yang melakukan berbagai kenakalan itu pun disarankan untuk dikirim atau dibina di barak militer.
Warga Cicendo, Kota Bandung menyampaikan bahwa sang anak berusia 13 tahun merupakan lulusan SD dan tidak mau meneruskan sekolah itu kerap mencuri bahkan hingga dilaporkan ke polisi.
Terbaru anak tersebut kedapatan mencuri mobil hingga ditemukan ke Cianjur dan sempat dibawa ke kantor polisi. Lantaran sang anak di bawah umur dan mobil sudah kembali ke pemiliknya, masalah itu pun telah diselesaikan.
Bukan kali ini saja anak laki-laki itu mencuri, kepada Gubernur Jawa Barat orang tua si anak itu menceritakan perilaku buruk buah hatinya yang kini menghilang tak kunjung pulang ke rumah.
"Anaknya gak ada lagi, gak tahu, pergi lagi udah beberapa hari," kata ayah dari anak tersebut kepada Gubernur Jawa Barat sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Selama ini anak tersebut dikenal nakal bahkan kerap merokok, tidak pulang ke rumah dan melakukan kenakalan yang membuat orang tua sudah kewalahan.
Ayah dan ibu anak itu berharap agar buah hatinya kembali pulang ke rumah dan berubah menjadi lebih baik dengan meminta bantuan kepada Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian menawarkan agar jika nanti ditemukan apakah orang tuanya bersedia anaknya dididik di barak militer? Warga Kota Bandung itu pun lantas menyerahkan sepenuhnya kepada Dedi Mulyadi.
"Nyuhunkeun solusi, hoyong jadi jalmi anu leres, bageur," kata orang tua anak tersebut yang semula akan mengirim anaknya ke pesantren.
Namun menurut Dedi Mulyadi dari pengalamannya selama ini mengatasi anak nakal dan dititipkeun di pasantren justru mereka sering kabur.
"Geura balik karunya bapa maneh pusing, dibina diasupkeun ka barak tentara daek teu (segera pulang kasian bapak kamu, dibina dimasukkan ke barak militer mau gak)?" ucap Dedi Mulyadi.
Tak hanya mencuri mobil, ibu dari anak tersebut menceritakan bahwa putranya juga mencuri uang milik sang bibi (tante) sebesar Rp6,4 juta yang kini terus meminta ganti rugi kepadanya. Terlebih uang itu merupakan modal usaha berjualan ubi tetapi hilang dicuri.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberi sejumlah uang untuk melunasi kepada sang bibi agar bisa berjualan. Menurutnya bantuan itu bukan sebagai upayanya membantu aksi pencurian melainkan menolong seorang ibu yang menghadapi masalah karena ulah anaknya.
"Jadi gini kalau saya tidak mau membantu pencuriannya karena itu peristiwa yang tidak boleh dibantu, tetapi saya akan membantu kesulitan seorang ibu yang menghadapi masalah sebagai tanggung jawab ibu kepada anak," ungkap Dedi Mulyadi.
Mendapat bantuan uang dari Gubernur Jawa Barat, ibu itu pun langsung menangis dan mengucapkan terima kasih serta akan melunasi uang yang dicuri anaknya.
Gubernur Jabar kemudian berpesan jika anaknya kembali ke rumah maka harus dicari solusi atau jalan terbaik dan ia menyarankan untuk dibina di barak tentara agar kenakalan yang dilakukannya tidak terulang.
"Mudah-mudahan anak ibu sing bageur (baik), orang tua harus tega, jangan dimanjain terus," pesan Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati