RADAR BOGOR - Berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar) masih terus mengirimkan puluhan pelajar bermasalah ke barak militer yang juga diawasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Dua hari sudah sekitar 100 orang yang bergabung," ucap Dedi Mulyadi saat memantau di Rindam III/Siliwangi Bandung.
Dedi Mulyadi memerintahkan, Sekda Jawa Barat untuk terus memasok makanan para pelajar yang dibina.
"Jangan lupa buat pelatih. Paket lengkap, makannya harus enak. pakai susu," ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengatakan, pembinaan pelajar bermasalah harus ada tingkatannya.
"Di sini (Rindam) kita hanya untuk SMA?," tanya Dedi Mulyadi.
"Iya, pak. SMA aja," ucap Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman.
"SMP di mana?," tanya Dedi Mulyadi.
"SMP rencana di kabupaten dan kota masing-masing," jawab Sekda.
"Kalau mau di sini (Rindam) juga enggak apa-apa, SMP yang kabupaten kotanya enggak sanggup, sini aja," tutur Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, hari ini kenakalan tertinggi adalah pelajar SMP.
"Jadi, kenakalan sekarang itu jangan dipahami sebagai kenakalan yang bersifat spontan," tegas Dedi Mulyadi.
Namun, kata Dedi Mulyadi, sebuah gerakan yang terstruktur dan terorganisir.
"Jadi, gengster itu ada gurunya, ada tutorialnya dan mereka targetnya anak-anak di bawah 18 tahun karena tahu menghindari sanksi pidana," jelas dia.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, kasus yang terjadi merupakan pelemahan generasi karena sistemik.
"Cuma di kita mah enggak pernah memahami bahwa itu sistemik," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim