RADAR BOGOR - Berbagai persoalan dialami para pelajar yang terlibat kenakalan remaja dan kini menjalani program siswa nakal dididik di barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Salah satunya seorang siswi yang kini menjalani pendidikan di barak militer mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Setelah dua hari menjalani pendidikan di Depo Pendidikan (Dodik) Rindam III/Siliwangi Jawa Barat, siswi itu mengaku ada perubahan dan menjadi lebih baik.
Dedi Mulyadi mengunjungi puluhan pelajar yang saat ini dididik di markas tentara dan berbincang dengan mereka, salah satunya, siswi SMA yang memakai jilbab hitam.
"Kamu masalahnya apa?" tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan siswi tersebut sebagaimana diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Siap minuman keras," jawab siswi tersebut dan mengaku awalnya diajak temannya.
Dari perbincangan itu terungkap bahwa sang siswi yang kecandua miras atau minuman keras memiliki grup di luar sekolah dan membuat grup WhatsApp bernama Warsat. Mereka sering nongkrong, main bersama, hingga larut malam. Setibanya di rumah siswi itu juga mengaku tidak bisa tidur hingga berdampak pada bangun yang kesiangan dan tidak masuk sekolah.
Siswi itu pun mengaku sering menenggak minuman keras (miras) bersama teman-temannya dan mengalami masalah sulit tidur. Tak jarang ia tidur pukul 01.00 dini hari dan bangun pukul 10.00 WIB sehingga tidak masuk sekolah.
"Apa sih yang dirasakan saat minum di grup itu ketenangan apa kebahagiaan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Ketenangan," jawab siswi yang sekolah di SMA di Jawa Barat tersebut.
Meski sudah dinasehati ibu dan bapaknya rupanya hal itu tidak membuat siswi tersebut berubah dengan alasan merasa jenuh di rumah.
"Memang ada problem apa di rumah?" tanya Gubernur Jawa Barat lagi.
Ia lalu mengungkap alasannya sering nongkrong hingga sering menenggak miras karena ibu dan bapak di rumah sering bertengkar sehingga membuatnya tidak nyaman. Karena merasa jenuh, ia memilih nongkrong bersama teman-temannya hingga mengkonsumsi minuman keras.
Hingga akhirnya ia menjalani program siswa dididik di barak militer bersama puluhan siswa SMA lainnya. Saat ditanya Dedi Mulyadi, siswi itu merasa lebih baik meski baru dua hari di Rindam dan merasa betah serta akhirnya bisa tidur teratur dan nyenyak.
Gubernur Jawa Barat lalu menawarkannya untuk mengikuti pendidikan setelah selesai menjalani pembinaan di barak milter.
"Kalau saya punya program habis pendidikan di sini kan sekolah, di luar misalnya Pemprov Jabar nanti punya kelas khusus di luar ada sekolah untuk teman-teman yang senasib, yang orang tuanya bertengkar terus yang tidak ada orang tuanya, kemudian kita punya guru, disiplinnya oleh TNI mau gak ikuti sekolah itu?" tanya Dedi Mulyadi.
Dengan semangat siswi itu mengaku mau mengikutinya terlebih rencananya nanti mereka mendapat pelatihan keterampilan.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga bertanya pada siswa lainnya yang mengikuti kegiatan pendidikan di barak milter. Di antara mereka terungkap berbagai kenakalan yang selama ini dilakukan hingga harus menjalani pendidikan di markas tentara seperti sering bolos ke sekolah, kecanduan game, obat terlarang hingga terlibat geng motor dan perkelahian dan berharap bisa menjadi lebih baik.
Dedi Mulyadi kemudian mengucapkan terima kaish kepada para jajaran pelatih dari TNI AD.
"Saya ucapkan terima kasih semoga menjadi anak-anak hebat, anak-anak kuat, dan meninggalkan jejak masa lalu," pesan Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati