RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru sekitar tiga bulan memimpin provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta. Selama menjabat Dedi Mulyadi mengaku jarang ngantor atau lebih banyak turun ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
Sebelumnya Dedi mengaku belum pernah pidato di Gedung Sate yang tak lain adalah gedung kantor Gubernur Jawa Barat dan berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 22, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Untuk pertama kalinya Dedi Mulyadi akhirnya pidato di Gedung Sate saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) dan Asosiasi Sekretaris DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ASDEPSI) yang berlangsung sejak 5 Mei 2025 sampai 7 Mei 2025.
Dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat menyampaikan berbagai hal di hadapan para ketua DPRD dan sekretaris DPRD provinsi tingkat provinsi di seluruh Indonesia.
"Selamat datang di Provinsi Jawa Barat penduduknya lebih dari 50 juta alokasi pembiayaannya hanya Rp29 triliun," ujar Dedi Mulyadi mengawali pidatonya dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan pidato yang disampaikannya itu merupakan pertama kali sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat usai dilantik bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan 20 Februari 2025 lalu.
"Ini kali pertama saya pidato di Gedung Sate, karena sudah hampir tiga bulan saya belum pernah ngantor ke kantor ini, kantor saya di tempat sampah, kantor saya di pinggir sungai, kantor saya di tepi danau, kantor saya di seluruh wilayah Jawa Barat," ungkap Gubernur Jawa Barat.
Seperti diketahui Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan terpilih pada Pilkada serentak 2024 dan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030 setelah meraih total perolehan suara terbanyak 14.130.192 suara atau 62,22 persen dari total suasa sah.
Sejak dilantik, Dedi Mulyadi lebih banyak menghabiskan waktunya turun langsung ke masyarakat dan mengatasi berbagai persoalan serta membuat beragam kebijakan yang turut menyita perhatian publik.
Editor : Eka Rahmawati