RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ini masih mengkaji rencana program mengirim orang dewasa nakal di Jabar ke barak militer yang kerap membuat onar di lingkungannya.
Program ini Dedi Mulyadi rancang sebagai pembinaan bagi pelaku pelanggaran ringan agar tidak terjerumus lebih jauh dalam tindakan kriminal. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih fokus menjalankan program militer untuk siswa yang bermasalah.
Untuk pelaksanaan program militer untuk warga dewasa, Dedi Mulyadi berencana melibatkan berbagai pihak.
Menanggapi program mengirim orang dewasa ke barak tentara, seorang TikToker dengan akun @lissaassil10 turut berkomentar dan memberikan masukan untuk Gubernur Jawa Barat.
Lissa Assil yang merupakan TikToker yang bertempat tinggal di Jawa Barat dalam video yang diunggahnya menyarankan agar memasukkan satu kategori lagi yang ke barak militer.
“Surat terbuka untuk Kang Dedi Mulyadi, selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat, saya sebagai warga Jabar ingin memberikan saran terhadap salah satu program kerja bapak, yakni adalah pelatihan militer untuk anak nakal, itu bisa diaplikasikan terhadap suami-suami nackal ya pak ya,” ucap Lissa di akun TikTok @lissaassil10 miliknya pada Rabu, 7 Mei 2025.
Lissa menjabarkan kategori suami-suami nakal yang ia maksud.
“Suami nackal yang bilangnya lembur kantor padahal karaoke mangku LC, suami nackal yang main golf bukannya main golf malah ngaheureuyan (menggoda) sama caddy, ari (kalau) ke istri pelit ya pak ya tapi pas ngetips ke caddy royal,” jelas Lissa.
“Ditambah suami nackal yang suka ngeluh badannya pegal linu tapi pijatnya plus-plus,” sambung Lissa.
Lissa menyarankan kategori-kategori suami tersebut dimasukkan ke barak militer untuk dibina akhlaknya agar menjadi lebih baik.
“Mungkin bisa diberikan pelatihan akhlak di barak militer untuk selama-lamanya ya, ini mengantisipasi adanya ide daripada bunda-bunda untuk menjadikan suami nackalnya sebagai tumbal pesugihan pak ya. Mohon didengar sarannya ya, terima kasih. Semoga menjadi perhatian bapak,” tutup Lissa.
Editor : Eka Rahmawati