Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswa yang Jadi Pendiri Gengster Curhat kepada Gubernur Jawa Barat Pengen Jadi Taruna Akmil, Dedi Mulyadi: Ayah Tak Ada, Ibunya Tidak Bekerja

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 8 Mei 2025 | 08:43 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan pelajar yang jadi pendiri gengster.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan pelajar yang jadi pendiri gengster.

RADAR BOGOR - Kasus kriminal dengan pelaku pelajar masih menjadi masalah dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berusaha menguranginya.

Saat memantau kondisi para pelajar bermasalah di barak militer, Dedi Mulyadi sempat berdialog dengan salah satu siswa.

Kepada Dedi Mulyadi, siswa tersebut mengaku, pernah terlibat bentrokan antar gengster di jalanan.

Bahkan, siswa tersebut mengatakan kepada Dedi Mulyadi, menjadi pendiri gengster di kawasan Mohammad Toha, Bandung.

"Terus biasa pakai apa alatnya?," tanya Dedi Mulyadi.

Siswa tersebut mengungkapkan, setiap kali bentrokan biasa menggunakan mandau.

"Pernah ngelukain orang enggak?," kata Dedi Mulyadi.

Ia mengaku, dalam aksi saling serang pernah melukai orang namun melarikan diri sehingga tidak ditangkap petugas.

"Sekarang kenapa datang ke sini?," ucap Dedi Mulyadi.

"Pengen berubah," jawab siswa tersebut kepada Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, geng biasanya bawaan artinya kadang sudah ingin bersikap baik, tiba-tiba perasaan ada yang mancing.

Dedi Mulyadi berharap, siswa tersebut bisa menjadi pelopor untuk mengajak pelajar lain menghentikan jadi gengster.

"Pengin jadi apa cita-citanya?," ujar Dedi Mulyadi.

Dengan cepat, siswa tersebut bercita-cita ingin menjadi Taruna Akmil (Akademi Militer) dan saat ini di sekolah jurusan IPA.

"IPA udah bisa ya, semangat ya," ucap Dedi Mulyadi.

Di hadapan Dedi Mulyadi, siswa tersebut mengaku, tidak mengetahui keberadaan ayahnya sebab sudah bercerai dengan ibunya sejak dirinya berusia satu tahun.

Lebih lanjut ia mengatakan, ibunya pun hingga saat ini tidak bekerja.

Untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan hidup sehar-hari, dirinya mengandalkan bantuan dari salah satu yayasan panti.

"Udah, kamu enggak usah sedih. Nanti kita bantu. Asal kamu baik ya. Biayanya kita bantu ke depan," jelas Dedi Mulyadi.

"Asal kamu bertekad baik, kalau ingin masuk jadi Taruna Akmil, persiapkan dengan baik dari sekarang. Jangan merokok, rajin olahraga, harus tidur tepat waktu, bangun tepat waktu, ya," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #siswa #pelajar #gubernur jawa barat #Akmil