RADAR BOGOR - Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan prestasi membanggakan di sektor penanaman modal. Sepanjang tahun 2024, realisasi investasi di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp68,5 triliun dan menjadikannya sebagai wilayah dengan capaian investasi terbesar kedua secara nasional. Angka ini bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat mengungkap tingginya nilai investasi asing yang masuk ke Jawa Barat bukanlah hal yang kebetulan.
Ada sejumlah faktor strategis yang mendorong provinsi ini menjadi salah satu destinasi favorit para investor global.
Baca Juga: Sinyal Kuat Xabi Alonso Bergabung ke Real Madrid, Carlo Ancelotti Dirumorkan Segera Pamit
"Jawa Barat memiliki ekosistem industri yang sudah mapan, infrastruktur yang mendukung, serta kemudahan perizinan yang terus kami tingkatkan," tulis keterangan yang disampaikan DPMPTSP Jabar dalam unggahan resminya Instagram @dpmptsp.jabar.
Salah satu wilayah yang mencuri perhatian investor asing adalah Kabupaten Karawang. Kawasan ini dikenal sebagai pusat industri otomotif nasional dan menjadi rumah bagi pabrik-pabrik besar seperti DAIHATSU, HONDA, GS BATTERY, TOYOTA, dan YAMAHA.
Tak hanya itu, Karawang kini juga berkembang menjadi salah satu pusat utama investasi kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
Data dari Kementerian Investasi/BKPM memperkuat hal tersebut. Pada kuartal awal 2024, Jawa Barat tercatat sebagai pemimpin realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai mencapai US\$ 2,2 miliar, mengungguli wilayah lain seperti Sulawesi Tengah, Jakarta, Maluku Utara, dan Banten.
Menteri Investasi Rosan Roeslani pun memberikan perhatian khusus terhadap potensi Karawang.
Dalam konferensi pers pada Selasa (29/4/2024), ia menyebut Karawang sebagai magnet investasi berkat kawasan industri yang berkembang pesat dan peralihan menuju teknologi ramah lingkungan.
“Dibanding wilayah lain, Karawang ini besar investasinya. Ini tak lepas dari berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik,” ujar Rosan.
Dengan performa ini, DPMPTSP Jabar optimistis bahwa Jawa Barat akan terus menjadi primadona investasi, tidak hanya secara nasional, tetapi juga di mata pelaku usaha global.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendorong iklim investasi yang kondusif dan memperkuat sinergi dengan pelaku industri demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.***