RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima kedatangan seorang bapak yang membawa cerita yang tidak biasa khususnya soal vasektomi.
Bapak ini datang dengan niat besar yang mengejutkan Dedi yakni ingin menjalani KB melalui proses vasektomi. Bukan karena alasan medis atau karena ada paksaan, tetapi semata-mata karena kesadaran pribadi.
"Bapak mau MOP (vasektomi)?" tanya Dedi Mulyadi dalam video di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang kemudian dijawab siap oleh bapak tersebut.
Dedi Mulyadi kembali memastikan keputusan itu diambil atas kesadaran sendiri dan penuh keyakinan. Gubernur Jabar juga menjelaskan bahwa prosedur itu bisa dikembalikan ke semula.
Dedi yang sudah cukup lama berinteraksi dengan masyarakat, tidak menyangka akan mendengar jawaban tersebut dari bapak yang telah memiliki 7 anak tersebut dan sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan hingga berjualan.
Kebanyakan orang mungkin datang untuk mencari bantuan soal pendidikan, sembako, atau masalah lainnya, tetapi kali ini berbeda.
Saat Dedi bertanya lebih lanjut, "Gak takut?"
Bapak itu menjawab, “Nggak Pak.”
Tanpa ragu, bapak ini menjelaskan bahwa ia ingin menjalani prosedur vasektomi untuk mengurangi beban sang istri. Keputusan ini diambil setelah memikirkan bahwa istrinya telah cukup banyak melalui berbagai cara kontrasepsi, dan ia tak ingin lagi membebani istrinya.
"Pak, kenapa tidak pakai kontrasepsi lain?" tanya Dedi.
“Biar tidak menyakiti istri saya lagi, pak,” jawab sang bapak dengan nada penuh harap.
Dedi semakin mengagumi keteguhan hati sang bapak terlebih sudah memiliki tujuh anak, dan semuanya lahir dari seorang istri yang selama ini menemani hidupnya.
Meski memiliki banyak anak, bapak ini tetap merasa tanggung jawab kepada keluarganya begitu besar. Ia tak ingin lagi menambah anak, karena selain menginginkan kesejahteraan bagi anak-anaknya, ia juga ingin menjaga kesejahteraan istrinya. Sang bapak kemudian bercerita tentang anak-anaknya.
“Anak pertama kembar, yang kedua laki-laki, ketiga perempuan, keempat perempuan, kelima perempuan, keenam perempuan,” katanya sambil tersenyum.
Gubernur Jawa Barat yang mendengar cerita itu hanya bisa tersenyum terharu. Tujuh anak dengan satu istri tentu bukan hal yang mudah. Meskipun hidup mereka sederhana, bapak ini berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya.
"Pak gimana caranya pak?" tanya Dedi, ingin tahu lebih lanjut tentang rahasia keberhasilannya.
Sambil tersenyum, bapak itu menjawab, “Rahasia pribadi itu pak.” Dedi pun terkekeh mendengarnya.
Tak lama kemudian Dedi Mulyadi memberikan modal usaha sebesar kepada bapak tersebut dan uang itu diberikan agar ini bisa menambah usaha dagangannya yang selama ini menjual lontong ke warung-warung.
Bapak itu pun berterima kasih dengan penuh rasa syukur, dan Dedi Mulyadi menutup percakapan itu dengan pesan bijak.
“Yang penting, jangan dipakai nakal ya, Pak,” ujarnya sambil tersenyum.
Semua yang ada di ruangan itu pun tertawa, tetapi pesan tersebut begitu mendalam.