RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghadiri langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bale Jaya Dewata Cirebon.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai hal.
"Kapitalisasi yang berbungkus kesejahteraan dengan model pendekatan, orang kaya boleh terus kaya, tapi syaratnya dia harus bayar pajak yang tinggi," jelas Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, negara memungut pajaknya dan dikontrol oleh demokrasi dengan trias politika.
"Trias politika membagi kekuasaan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Tujuannya adalah kemakmuran," papar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, pajak harus melahirkan sistem negara yang menjamin orang miskin punya rumah, bisa sekolah, punya harapan masa depan hingga ada jaminan kesehatannya.
"Orang miskin punya jaminan hari tua, meski dia nganggur negara tetap menggajinya," tutur Dedi Mulyadi.
"Gaji ini diperoleh dari siapa? dari kaum kapitalis yang membayar pajak dengan mahal pada negara," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, negara mendistribusikan untuk melindungi orang miskin dari cengkaman kapitalisme.
"Apakah kapitalisme melahirkan kemakmuran? Melahirkan. Melahirkan keadilan? melahirkan," sambung Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menambahkan, telah lahir negara-negara besar dan raksasa yang hari ini sedang berhadapan dengan komunisme yang kapitalisme yaitu Tiongkok. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim