RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi salah satu rumah yang mendapat bantuan pemasangan listrik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia memberi bantuan kepada warga tersebut untuk menyelesaikan hutang dan membereskan bangunan rumah yang belum selesai.
Tidak hanya itu, seorang pria datang untuk melakukan vasektomi atau MOP dengan kesadaran sendiri.
Saat tengah beranjak dari rumah warga yang mendapat bantuan, seorang ibu datang sambil menangis, mengadu kepada Gubernur Jawa Barat.
"Tolong Pak, anak saya kecelakaan," ujarnya.
"Di mana?" tanya Dedi.
Sang ibu mengatakan, anaknya terlibat kecelakaan dan belum dibawa ke rumah sakit.
"Kecelakaan pake apa?" tanya Dedi.
"Motor," jawab sang ibu.
Dedi juga menanyakan usia sang anak yang terlibat kecelakaan.
"Umur berapa, anak ibu umur berapa?" tanyanya.
"22," jawab sang ibu.
Gubernur Jawa Barat menanyakan yang ditabrak oleh anak ibu tersebut.
"Nabrak apa?" tanya Dedi.
"Anak kecil, anak kecilnya bawa motor," ucap sang ibu.
Dedi memastikan dengan menanyakan peristiwa yang terjadi.
"Ketabrak sama anak ibu, akhirnya dia masuk rumah sakit," ujarnya.
"Iya, kakinya patah," imbuh sang ibu.
Kepada Dedi Mulyadi, ibu tersebut menuturkan, harus bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban kecelakaan yang melibatkan anaknya.
"Sekarang ibu harus nebus," sebut Dedi.
"Harus tanggung berobat anak kecil itu," ucap sang ibu sambal menangis.
Saat ditanya, biaya pengobatan rumah sakit, ibu tersebut mengungkapkan belum mengetahui jumlahnya.
"Ya udah, nomor hape ibunya mana? Nanti korbannya siapa, minta nomornya," kata Dedi.
Tidak hanya itu, sang ibu berniat untuk menitipkan anaknya yang tidak bisa diatur.
"Sekalian mau nitip anak yang nakal banget," tambahnya.
"Kenapa anaknya?" tanya Dedi.
"Ngelawan terus Pak," terangnya.
"Kenapa masalahnya?" tanya Dedi.
Ramainya lokasi, membuat sang ibu kesulitan menceritakan permasalahannya.
"Ya udah, nanti saja, saya bantu buat pengobatan keluarga korbannya," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti