Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertemu Natalius Pigai, Gubernur Jawa Barat Ungkap Masalah Remaja di Jabar, Dedi Mulyadi: Problem Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Sekolah dan Keluarga

Siti Dewi Yanti • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan permasalahan anak-anak di Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan permasalahan anak-anak di Jabar

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai di Kementerian Hak Asasi Manusia.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi memberikan keterangan pers mengenai permasalahan anak-anak di Jawa Barat.

"Ada problematika dalam spirit kebangsaan kita, yaitu, membangun narasi khususnya anak-anak di Provinsi Jawa Barat, pola pendidikan karakter melalui peningkatan kualitas disiplin hidup dan perubahan pola hidup," ucapnya.

Dedi membeberkan prinsip perubahan pola hidup yang tengah terjadi di kalangan anak-anak.

"Yang terjadi pada anak-anak Jawa Barat, adalah pola hidup yang rata-rata tidurnya jam 4 pagi," ungkapnya.

Karena, Dedi melanjutkan, waktunya dihabiskan untuk main game online.

"Kemudian, berdampak pada mereka tidak bersekolah," tuturnya.

Selain tidak bersekolah, Dedi menerangkan, mereka sering terorganisir dan secara sistemik melalui kekuatan media sosial, melakukan pertarungan secara terbuka dan tertutup.

"Melahirkan banyak orang yang terluka, bahkan banyak orang yang meninggal," sebutnya.

Kemudian, Dedi menjabarkan, beredarnya, obat-obatan yang tidak layak dikonsumsi dan dijual terbuka.

"Berharga Rp10 ribu isi 3 butir, serta minuman-minuman yang beredar secara luas yang bisa diakses oleh anak-anak SMP," lanjutnya.

Menurut Dedi, ini adalah problem yang harus diselesaikan.

"Problem itu tidak bisa diselesaikan di internal sekolah melalui pendekatan bimbingan konseling," ucapnya.

Dan, Dedi menuturkan, masalah tersebut tidak bisa diselesaikan di internal keluarga olehg ayah dan ibunya.

"Nah, karena problem ini tidak bisa diselesaikan di sekolah dan keluarga, serta tidak semua problem itu bisa ditangani di peradilan, maka harus ada upaya jangka pendek," pungkasnya.

Upaya yang bisa dilakukan, Dedi mengatakan, oleh pola pendidikan disiplin siswa.

"Dalam kaidah Bahasa saya adalah pendidikan bela negara dengan penguatan pendidikan berkarakter," jelasnya.

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat menggandeng Lembaga Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Karena TNI memiliki pengalaman dalam melakukan pola pendidikan, baik untuk kalangan militer maupun kalangan sipil," pungkasnya.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #natalius pigai #gubernur jawa barat #Menham