RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri pesta rakyat Cirebon bersama Bupati Imron Rosyadi dan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman.
Dalam acara tersebut, Dedi memanggil salah satu ibu-ibu yang diketahui Bu RT di Desa Pasuruan Cirebon.
"Ibu orang mana?" tanyanya.
"Pasuruan," jawab Bu RT
"Jawa Timur?" tanya Dedi.
"Ini, di sini," jawab Bu RT.
Setelah dijelaskan, Bu RT berasal dari Desa Pasuruan Kecamatan Pabedilan
"Ibu nonton apa di sini?" tanya Dedi.
"Nonton Bapak Dedi," tutur Bu RT.
"Suaminya masih ada?" tanya Dedi.
"Suami jadi RT," ungkapnya.
Saat ditanya tentang anak, Bu RT mengatakan, memiliki 5 anak yang sudah bersekolah dan bekerja.
"Sekolah SMA Al Jabbar, Darul Falah. Udah pada menikah yang 4, yang satu udah kerja di Longridge," sebutnya.
Dedi menyebutkan, anak-anaknya sudah bekerja, karena Bu RT yang rajin menyekolahkan anaknya.
"Dari mana duit, nyekolahin sampe tamat SMA ada lima?" tanyanya.
Bu RT menuturkan, ia dibantu anak-anaknya yang sudah bekerja untuk menyekolahkan anaknya.
"Ibu hebat bisa membina anak-anaknya dengan baik. Bapaknya kerja apa?" tanya Dedi.
"Buruh tani," jawab Bu RT.
"Sawah sendiri?" tanya Dedi.
"Saya dipinjemin," ujar Bu RT.
"Ibu ngegarap sawah dipinjemin sama kepala desa. Tanahnya, tanah bengkok, tanah sendiri engga punya?" tanya Dedi.
"Engga punya," jawab Bu RT.
Dedi Mulyadi mengatakan, keluarga Bu RT hidup dari tanah bengkok dengan luas setengah hektar.
"Jadi hidup, karena ketua RT bisa ngegarap tanah bengkok. Dari tanah bengkok bisa nyekolahin anak-anaknya sampai tamat. Sekarang masih?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Masih," ucap Bu RT.
Kepada Bu RT, Dedi menanyakan pesan untuk Bupati Cirebon yang ikut hadir.
"Minta jalannya bagus, membimbing masyarakat yang baik," tutur Bu RT
"Engga minta gaji RT ditaikin?" tanya Dedi.
"Engga," tegasnya.
Saat ditanya gaji RT, sang ibu tidak mengetahui besaran yang didapat.
"Engga pernah ngurusin ya? Yang penting ikhlas. Jadi RT dapet tanah garapan," terang Dedi.
"Kalau panen bayar separo," kata Bu RT.
Dedi menjabarkan, menggarap tanah desa dengan luas setengah hektar diperkirakan mendapat padi 2 ton yang harus dibagi dua.
"Iya, diserahin ke Kades. Ibu kebagian setengah ton. Yang beli pupuk siapa?" tanyanya.
"Saya sendiri," jelas Bu RT.
Mendengar hal tersebut, Dedi memaparkan, Bu RT dan suami mendapat bagian 2 kwintal.
"Luar biasa, 2 kwintal itu setara dengan Rp1.400.000 dibagi 4 bulan. Ibu itu, gajihannya, sebulannya hanya Rp350 ribu," bebernya.
Dedi menuturkan, dengan gaji tersebut, Bu RT dan suami mampu menyelekohkan anak dan tidak menuntut gaji.
"Hebat, ini pengabdian tulus istri seorang Ketua RT. Pengabdiannya saya bayar hari ini," tandasnya.
Melihat uang yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Bu RT menangis dan menggelengkan kepala.
"Ambil," ucap Dedi.
"Engga," kata Bu RT.
Dedi langsung memberikan uang kepada Bu RT yang langsung menangis.
"Jangan banyak-banyak Pak," pinta Bu RT.
Kepada warga Cirebon yang hadir, Dedi mengingatkan tentang kemuliaan manusia.
"Bapak Ibu semuanya, kemuliaan manusia tidak diukur dari pangkat, jabatan, dan kedudukan," pungkas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti