Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menjawab Keresahan Warga, akan Mengirim Preman hingga Pemabuk Suka Bikin Onar ke Barak Milter Mulai Juni
Ahmad Susandi• Sabtu, 10 Mei 2025 | 09:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan membina preman dan pemabuk melalui pendidikan bela negara.
RADAR BOGOR – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta UMKM di Provinsi Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan langkah konkret untuk menangani permasalahan sosial yang selama ini meresahkan masyarakat.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Sabtu (10/5/2025), Gubernur Jawa Barat menjelaskan program pembinaan yang akan menyasar kalangan pemuda dan orang dewasa yang terlibat dalam tindakan seperti mabuk-mabukan, premanisme, pemalakan, serta gangguan terhadap pasar dan iklim investasi.
Menurut Dedi, penanganan dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, bagi mereka yang sudah memenuhi unsur pidana, akan diproses secara hukum. Kedua, bagi yang tidak memenuhi unsur pidana namun tetap meresahkan warga, akan diarahkan mengikuti program Pendidikan Bela Negara di barak militer. Program ini dirancang untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
“Bulan Juni 2025 mudah-mudahan kita sudah mulai berjalan,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan bahwa ini bukan semata upaya represif, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun karakter dan moral pemuda Jawa Barat agar bisa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.
Tak hanya fokus pada individu yang dibina, Dedi juga menaruh perhatian pada keluarga mereka. Ia menjelaskan bahwa keluarga yang ditinggalkan, peserta pelatihan akan diarahkan untuk bekerja sebagai buruh bangunan, tukang, petani, atau pekerjaan serabutan lainnya.
Upah dari pekerjaan ini akan diberikan langsung kepada keluarga, sebagai bentuk jaminan keberlanjutan ekonomi rumah tangga.
Dedi Mulyadi meyakini bahwa penyelesaian masalah sosial di Jawa Barat tidak bisa instan dan meminta masyarakat untuk bersabar dan terus mendukung langkah-langkah pembenahan yang dilakukan secara bertahap.
Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan semangat gotong royong, ia optimistis bahwa mimpi Jawa Barat yang aman, tertib, dan sejahtera dapat terwujud.
Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan solutif dapat menjadi jalan tengah antara penegakan hukum dan pembinaan moral dalam membangun masyarakat yang lebih baik.***