RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meresmikan surat edaran bernomor 43/PK.03.04/KESRA yang mengatur tentang pendidikan dengan konsep Gapura Waluya.
Pendidikan konsep Gapura Waluya sendiri bertujuan membentuk pelajar yang sehat secara jasmani dan rohani (cageur), berakhlak baik (bageur), jujur (bener), cerdas (pinter), dan sigap (singer).
Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Pemda Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi mengumumkan sebanyak 274 siswa SMA/SMK telah mengikuti program Pendidikan Karakter Pancawaluya.
Program Pendidikan Karakter Pancawaluya ini menyasar siswa yang memerlukan pendampingan khusus untuk memperkuat karakter dan moral.
Hal ini dilakukan melalui pembiasaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kesempatan, dan bela negara.
“Ada 274 yang saat ini tengah mengikuti pendidikan karakter, kerja sama Pemda Prov. Jabar dengan TNI AD,” ucap Sekda Jabar, Herman Suryatman, di Kota Bandung pada Rabu, 8 Mei 2025.
Herman mengatakan, Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur dari TNI dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik usia remaja.
Selain itu, program ini juga akan dilanjutkan melalui pembelajaran dari guru kunjung untuk memperdalam materi yang telah diterima.
“Pendidikan karakter ini kemudian akan dituntaskan melalui pembelajaran dengan menghadirkan guru kunjung,” lanjutnya.
Sebanyak 274 peserta didik ini akan mengikuti pendidikan karakter selama 2 × 14 hari, dengan rincian belajar Senin–Kamis pukul 12.30–15.30, dan dapat ditambah di hari lain.
Untuk tempat tinggal, ratusan peserta didik tersebut akan tinggal di asrama dengan proporsi pendidikan 40 persen ceramah–motivasi–diskusi–bedah kasus, dan 60 persen lainnya aktivitas fisik atau praktik.
Namun, pola 40–60 ini tak selamanya digunakan, bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan dan situasi.
Lebih lanjut, Herman mengatakan peserta didik tersebut akan mendapatkan pelatihan dengan standar isi kurikulum bela negara TNI AD dan kurikulum pendidikan nasional.
Herman menjelaskan, kurikulum yang digunakan mencakup standar bela negara dari TNI AD serta kurikulum pendidikan nasional.
Pelatih yang terlibat merupakan tenaga profesional dari Dodik Bela Negara Rindam dan Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Setelah mengikuti pelatihan selama 2 × 14 hari, pemerintah berharap peserta didik akan memiliki standar kompetensi Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Setelah kembali ke rumah orang tua dan bergaul dengan teman-temannya, para peserta didik tetap dibina oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama tiga bulan dan akan diperpanjang apabila dibutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati