RADAR BOGOR - Seorang pria menemui langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ada di Desa Cipinang, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
Ya, bapak tersebut mengaku kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengikuti program keluarga berencana (KB) dengan metode operasi pria atau MOP.
"Bapak mau MOP?," tanya Dedi Mulyadi kepada warga yang mengenakan batik tersebut.
Sambil tersenyum, pria tersebut mengatakan tidak takut dan atas keinginan sendiri akan mengikuti MOP.
Dengan mengikuti MOP, kata Dedi Mulyadi, seorang pria masih bisa seperti biasa walaupun tidak beranak.
Namun, Dedi Mulyadi berpesan agar jangan disalahgunakan untuk berbuat nakal.
Dedi Mulyadi menanyakan jumlah istri dan anak kepada pria bertopi tersebut.
"Istri satu, anak tujuh," jawab warga itu kepada Dedi Mulyadi.
Mendengar jawaban tersebut, Dedi Mulyadi langsung terdiam kebingungan sambil menundukkan kepalanya di samping pintu.
Menurut pria tersebut, anak pertama dan kedua kembar perempuan, ketiga berjenis kelamin laki-laki, keempat hingga ketujuh perempuan.
"Gimana caranya, pak?," tanya Dedi Mulyadi sambil tersenyum.
"Itu rahasia pribadi tuh, pak," jawab bapak tersebut.
"Pak harus minum obat apa?," canda Dedi Mulyadi.
Kemudian, Dedi Mulyadi menanyakan pekerjaan dari bapak tujuh orang anak itu.
Spontan, bapak tersebut menjawab serabutan yaitu kadang-kadang bertani, nyangkul hingga jualan lontong ke warung-warung.
Kepada Dedi Mulyadi, bapak tersebut mengaku bersyukur sudah punya rumah.
"Berapa modal jualan lontong?," tanya Dedi Mulyadi lagi.
Menurut bapak tersebut, modal membuat lontong beli beras kadang-kadang satu karung 25 kilogram sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribuan.
Mendengar jawaban tersebut, Dedi Mulyadi mengeluarkan beberapa lembar uang Rp100 ribuan dan diberikan kepada bapak tersebut.
"Saya tambahin modal lontongnya," kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, dengan ikut MOP maka istri tidak banyak beban, tidak disuntik, tidak dipasang implant.
"Jadi bebas istrinya. Tapi ingat loh, kan kalau MOP bisa dibuka lagi," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim