RADAR BOGOR - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi salah satu program yang dibuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam unggahan terbarunya, Gubernur Jawa Barat mengucapkan terima kasih dan memberikan rasa hormat yang tinggi kepada Presiden Prabowo karena telah tegas dalam memberantas masalah premanisme.
“Saya ucapkan terima kasih dan rasa hormat yang tinggi buat Pak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang dengan tegas memberantas premanisme dan preman yang seringkali berbaju ormas,” kata Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Dengan adanya dukungan dari Presiden Prabowo tentunya akan membuat masyarakat lebih merasa aman dan juga nyaman.
Selain Presiden Prabowo, program ini juga didukung oleh Menko Polhukam, Mendagri, Panglima TNI, dan Kapolri.
“Tentunya sikap ini adalah sikap yang sangat luar biasa karena akan memberikan rasa aman, rasa nyaman bagi kita semua apalagi ada Pak Menko Polhukam, Pak Mendagri, Panglima TNI, Kapolri yang bisa secara bersama-sama untuk memulihkan kembali keamanan di lingkungan masyarakat,” sambung Dedi Mulyadi.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga menghimbau para pengusaha-pengusaha yang merasa terintimidasi oleh premanisme untuk berani speak-up.
Untuk mengatasi masalah ini, Dedi Mulyadi mengatakan perlu adanya upaya persuasif yang bisa memberikan keyakinan pada para pengusaha untuk berani berbicara dan menyampaikan apa adanya.
“Apa yang terjadi dalam kehidupan kesehariannya (pengusaha), sehingga iklim produksi di Indonesia tidak terganggu, baik produksi UMKM maupun produksi pengusaha-pengusaha besar, dan ini akan menggerakkan ekonomi,” lanjut Gubernur Jawa Barat.
Saat ini satgas premanisme yang dibentuk oleh pemerintah pusat semakin menguatkan apa yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Barat yaitu menginisiasi membangun satgas anti premanisme di berbagai tempat.
“Hari ini tinggal dimatching-kan dengan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan bahwa premanisme ini terjadi karena orang-orang tersebut tidak bekerja alias nganggur tapi mau punya uang.
Oleh sebab itu, ia berencana mulai Juni atau Juli akan memasukkan preman-preman tersebut ke barak militer untuk dilakukan pembinaan.
“Saya di bulan Juni Juli dan seterusnya akan melakukan pembinaan preman-preman yang biasa bikin onar, akan kami masukkan ke barak militer untuk mendapat pendidikan dan dikoneksikan dengan pembangunan,” kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Info Lengkap SPMB 2025 Daerah Jawa Barat, Berikut 4 Jalur Masuk, Kuota, Beserta Cara Daftarnya
Apabila preman tersebut sudah melaksanakan pendidikan di barak militer, Dedi Mulyadi akan mempekerjakan mereka di pembangunan bangunan yang digerakkan oleh Pemprov Jabar.
Hal ini dilakukan agar mereka memiliki upaya untuk sadar bahwa meraih uang harus dilakukan dengan cara berkeringat dan tidak boleh hidup mudah dari kesulitan orang lain.***
Editor : Eka Rahmawati