Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tidak Semua Duit Gubernur Jawa Barat Mau Diterima Warga, Mang Atun Menolak Karung Isi Rumput Dibeli Dedi Mulyadi Seharga Rp20 Juta

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 12 Mei 2025 | 17:41 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menawarkan tumpukan uang kepada mang Atun.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menawarkan tumpukan uang kepada mang Atun.

RADAR BOGOR - Aksi sosial yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terutama membagikan uang, tidak selalu diterima warga.

Kejadian tersebut dialami Dedi Mulyadi saat bertemu seorang kakek pencari rumput yang mengaku bernama mang Atun.

Ya, awalnya Gubernur Jawa Barat melihat mang Atun berjalan kaki di jalan raya sekitar Kabupaten Garut.

Dedi Mulyadi kemudian berhenti dan mengobrol dengan mang Atun dengan berbahasa Sunda.

Selang beberapa lama, Dedi Mulyadi membeli karung berisi sampah plastik seharga Rp100 ribu.

Mang Atun sempat menolak, namun Dedi Mulyadi akhirnya bisa merayu dan akhirnya diberikan.

Setelah itu, Dedi Mulyadi berusaha membeli arit milik mang Atun seharga Rp500 ribu tapi lagi-lagi menolaknya.

Dedi Mulyadi yang mengaku sebagai haji Udin juragan padi tersebut akhirnya berhasil membeli arit tersebut dengan alasan butuh untuk di sawah.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga membeli topi lusuh yang dipakai mang Atun seharga Rp500 ribu.

Mang Atun menolak juga, tapi Dedi Mulyadi beralasan topi tersebut dibutuhkan karena kameramen kepanasan.

Akhirnya, mang Atun memberikan topi merah yang sudah pudar kesayangannya dan langsung dipakai kameramen Dedi Mulyadi.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi menawari mang Atun uang Rp5 juta agar mau memberikan karung beserta isinya yakni rumput untuk domba.

Tapi, mang Atun dengan tegas menolak permintaan Dedi Mulyadi tersebut.

Kemudian, Dedi Mulyadi menaikkan harga karung dan rumput milik mang Atun menjadi Rp10 juta.

Lagi-lagi, tetap menolaknya walaupun uang tunai Rp10 juta sudah ditawarkan di depan mang Atun.

"Timana eta duit loba-loba teuing atuh," ucap mang Atun kepada Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kehabisan akal, ia kemudian menambahkan tawaran dengan memberikan semua uang yang ada di dompetnya jadi Rp15 juta.

"Ulah, teu boga deui," tegas mang Atun kepada Dedi Mulyadi sambil tersenyum.

Mang Atun kukuh dengan pendiriannya, tetap tidak mau menjual karung yang sehari-hari digunakannya untuk mencari rumput.

"Moal, moal, alim alim dijual," kata mang Atun.

Dedi Mulyadi kemudian bertanya berapa umur mang Atun.

"Duka atuh, aya 90 tahun mah," jelas mang Atun.

Mang Atun mengaku, punya empat orang dan sudah mempunyai banyak cicit.

Dedi Mulyadi yang mengaku bernama haji Udin dari Majalengka bandar padi kembali diberikan pantun oleh mang Atun.

"Ngala pare ka limbangan, hayang sare jeung tunangan," ucap Mang Atun yang membuat Dedi Mulyadi tertawa.

Kendati sudah dibujuk dengan berbagai cara termasuk uang Rp15 juta, namun Dedi Mulyadi tetap tidak berhasil mendapatkan karung rumput milik mang Atun.

Malah, Dedi Mulyadi kembali diberi pantun.

"Ari neukteukan ku ragaji, ngadeukeutan popotongan ari hanyang ngahiji," kata mang Atun.

Dedi Mulyadi menawarkan uang Rp20 juta agar dapat karung rumput mang Atun.

"Moal dijual, mang Parkan itu, tos lapar hayang makan," kata mang Atun menolak tawaran Dedi Mulyadi.

Setelah putus asa, akhirnya Dedi Mulyadi memasukkan uang Rp15 juta ke saku mang Atun.

"Ieu cokot jang abah," kata Dedi Mulyadi.

Mendapat uang banyak, mang Atun hanya diam.

Baca Juga: Jangan Kaget, di Era Presiden Ini Kenaikan Gaji PNS Capai 270 Persen, Menjadi yang Tertinggi Sepanjang Sejarah

Dedi Mulyadi langsung mencium tangan mang Atun.

"Abah jelema hebat, kukuh dengan pendirian, kajeun teuing teu gableg duit daripada ngajual karung," kata Dedi Mulyadi.

"Lamu jadi pamingpin abah hebat, moal bisa disuap," jelas Dedi Mulyadi.

Mang Atun dengan wajah polosnya kembali memberi pantun kepada Dedi Mulyadi.

"Saninten buah saninten parapatan, hapunten bilih aya kelepatan," ucap mang Atun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian meminta para pegawainya agar mengantar mang Atun ke rumahnya karena membawa banyak uang. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #gubernur jawa barat #garut