RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi momen perpisahan para pelajar SMK Al Amin, di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang beberapa waktu lalu viral di media sosial.
Bahkan video yang semula diunggah di TikTok @gusmanade, sampai Selasa (12/5/2025) malam telah ditonton 12,8 juta dan mendapat lebih dari 39 ribu komentar warganet. Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut memposting ulang momen perpisahan dengan memanggil petugas Damkar hingga suasananya terasa berkesan.
Para pelajar dan guru SMK Al Amin kemudian diundang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Bale Pakuan. Dedi pun mengajak para siswa berbincang, di antaranya seputar momen perpisahan yang unik hingga viral di jagat maya.
Tak hanya itu Gubernur Jawa Barat juga sempat menyerahkan bantuan modal kepada salah satu siswa yang dianggapnya rajin karena berjualan di tengah aktivitasnya sebagai pelajar.
Dedi Mulyadi juga sempat menanyakan berapa biaya yang dihabiskan hingga momen perpisahan itu membuat heboh media sosial. Para siswa menjawab mereka hanya membayar Rp25 ribu.
"Kemaren saya lihat heboh banget perpisahannya, yang manggil Damkar siapa?" tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam video yang diunggahnya di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Semua," jawab para siswa kompak.
"Terus disemprot-semprotin, disiram-disiramin? Rame donk happy donk? tanya Gubernur Jawa Barat yang kemudian dijawab happy oleh para siswa.
"Pakai modal gak? Modalnya berapa? tanya Dedi Mulyadi lagi.
"Rp25 ribu," ucap para siswa.
"Rp25 ribu bisa bikin heboh. Bahagia itu gak selalu mahal," ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Gubernur Jawa Barat dengan biaya minim dan tidak membebani orang tua momen perpisahan sekolah bisa berkesan bahkan viral dan membuat heboh. Jika dilaksanakan dengan biaya tinggi hingga membebani orang tua belum tentu momen itu berkesan atau bahkan viral.
"Ternyata viral itu tidak mahal, heboh itu tidak mahal, bahagia itu tidak mahal," kata Dedi Mulyadi seraya menyerahkan uang sebesarp Rp20 juta kepada perwakilan sekolah yang nantinya uang tersebut dibagikan kepada para pelajar.
Editor : Eka Rahmawati