RADAR BOGOR - Tak ingin anak muda mengalami ketertinggalan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, sejumlah kelemahan.
"Apa sih kelemahan anak-anak sekarang itu? otak kiri, otak kanannya enggak jalan," ungkap Dedi Mulyadi kepada siswa SMPN 1 Panawangan Ciamis.
Kenapa? dengan tegas Dedi Mulyadi mengatakan, karena pakai HP atau hand phone.
"Main game tiap hari ya kan," kata Dedi Mulyadi.
"Siapa yang di rumahnya suka bantuin masak orang tuanya? angkat tangan," tanya Dedi Mulyadi.
Mendengar pertanyaan tersebut, para siswa hanya terdiam.
Menurut Dedi Mulyadi, dipastikan setiap hari memasak nasi menggunakan alat rice cooker.
"Iya kan? Enggak diajarin lagi bagaimana mencuci beras, bagaimana masak. Enggak kan," kata Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta, mulai saat ini anak-anak perempuan Jawa Barat kembali bangun tradisionalisme.
"Jangan masukin beras ke rice cooker, enggak sehat nanti nasinya jelek enggak berkualitas," tegas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, sayang kepada anak-anak Jawa Barat.
Ya, Dedi Mulyadi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten dan Kota menyiapkan berbagai program beasiswa S1, engineer maupun D III.
"Yang penting anak-anaknya hebat ya. Harus jadi petarung, harus jadi orang yang memenangkan pertarungan bukan orang lemah," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim