Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ceritakan Sosok Maula Akbar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menangis, Ungkap Makna di Balik Nama Sang Putra yang Hidup Sederhana sejak Kecil

Eka Rahmawati • Selasa, 13 Mei 2025 | 13:34 WIB
Dedi Mulyadi bersama sang putra, Maula Akbar.
Dedi Mulyadi bersama sang putra, Maula Akbar.

RADAR BOGOR - Putra pertama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar belakangan menyedot perhatian usai melamar sang kekasih Putri Karlina yang tak lain Wakil Bupati Garut. Sosok Maula Akbar yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat melewati perjalanan panjang hidupnya. 

Dedi Mulyadi pernah membagikan kisah tentang sang putra yang memiliki nama lengkap Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar atau kini dikenal sebagai Maula Akbar Mulyadi Putra dan akrab disapa A Ula. 

Dalam video berjudul "Sambil Rebus Mie Kang Dedi Ceritakan Kisah Hidup A Ula Tak Kuasa Tahan Tangis" yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi berbincang dengan Maula Akbar. 

Dalam perbicangan itu, Dedi Mulyadi mengungkapkan makna di balik nama Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar. 

Ahmad diambil dari nama sang kakek yakni Sahlin Ahmad Suryana sedangkan Habibie merupakan nama Presiden Ketiga RI yakni Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Rupanya Dedi Mulyadi mengagumi sosok mantan Presiden RI BJ Habibie yang ketika itu dapat menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia dan di tengah krisis yang terjadi. 

"Pak Habibie mampu meningkatkan kesejahteraan petani, saya pengagum Pak Habibie," ujar Dedi Mulyadi. 

Lalu untuk nama bungsu kata Dedi bermakna yang terakhir dan Maula Akbar merupakan anak Dedi Mulyadi dari pernikahan sebelumnya yang dilahirkan di Rumah Sakit Bungsu. Ibunda Maula Akbar, Sri Muliawati meninggal sejak Maula Akbar masih bayi. 

"Maula tanda-tanda kasih sayang, tanda-tanda kesejukan," ucap Dedi Mulyadi. 

Dedi Mulyadi juga menyematkan nama Akbar di nama sang putra lantaran ia juga mengagumi tokoh politik saat itu yakni Akbar Tanjung.

Menurut Dedi Mulyadi, sejak kecil A Ula sudah hidup prihatin dan diajarkan kesederhanaan. Bahkan ia tidak pernah naik motor ke sekolah sampai duduk di bangku SMA.

"Gak kenal motor, naiknya sepeda, orang naik motor dia naik sepeda sejak SMP," ujar Dedi Mulyadi. 

Tak hanya itu sejak duduk di bangku SMP, Maula Akbar sudah hidup mandiri dan tinggal sendiri di Cimaung. 

"Ini anaknya unik beda dengan yang lain, hidupnya sederhana gak mewah-mewah," kata Dedi Mulyadi. 

Maula Akbar pernah bercita-cita menjadi seorang perwira Polisi dan ingin masuk Akademi Kepolisian (Akpol) tetapi gagal lantaran memiliki masalah di kakinya.

"Cita-cita masuk Akpol, cek kesehatan kakinya bermasalah cepat lelah," ungkapnya.

Gagal masuk Akpol tak menyurutkan langkah Maula Akbar, ia kemudian kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan memilih jurusan Ilmu Politik.

Darah politisi yang mengalir dalam dirinya membuat Maula Akbar kemudian mengantarkannya menjadi anggota legislatif dan duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa Barat.

Menurut Dedi, dunia politik bukan hal asing bagi sang putra sebab sejak SD sama SMP, Maula Akbar sering mendampingi sang ayah misalnya berpidato hingga menjadi pembicara. 

Jiwa kepedulian Maula Akbar sudah tertanam sejak duduk di bangku sekolah, bahkan saat SMA, Maula pernah menyekolahkan anak penjaga sekolah atau satpam dan membiayainya. Tak hanya itu, Maula Akbar juga pernah mengambilkan raport untuk anak yang dibantunya itu. Kisah itu bahkan membuat Dedi Mulyadi menangis meneteskan air mata mengenang apa yang telah dilakukan sang putra untuk membantu orang lain.

"Proses hidupnya panjang dan melewati fase-fase kehidupan yang tidak dilewati oleh orang lain," ujar Dedi.

Tak hanya itu A Ula juga pernah menolong orang melahirkan di rumah bersalin dan mengurusi keperluannya karena tidak memiliki biaya. 

Dedi Mulyadi juga menceritakan sosok A Ula yang sejak kecil rajin berjualan dan sering menyimpan uang hasil usahanya itu hingga membuatnya jarang meminta uang kepada orang tuanya.

Bahkan sampai duduk di bangku kuliah pun A Ula menurut Dedi tetap mandiri dan ia bisa menghitung berapa kali memberinya uang atau biaya untuk kuliah. Ia juga tak pernah memanfaatkan jabatan orang tuanya yang ketika itu Dedi Mulyadi pernah menjadi wakil Bupati Purwakarta dan Bupati Purwakarta. 

"Ciri khas dari A Ula, penuh dengan perjalanan dan kepedihan," kata sang ayah.

Dedi Mulyadi juga selalu mengajarkan kepada sang putra bahwa hidup harus berproses dan menikmati perjalanannya.

"Dia harus berproses hidupnya, karena hidup harus berproses," kenangnya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sosok #gubernur jawa barat #Maula Akbar