RADAR BOGOR - Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pandangannya tentang tafsir budaya Sunda yang menyentuh dimensi spiritual dan kehidupan berbangsa.
Dalam acara yang berlangsung dengan penuh khidmat, mengusung tema yang menggabungkan elemen budaya dan agama dalam kerangka kebangsaan yang lebih luas.
Nasaruddin Umar dalam keterangannya di video yang diunggah di Youtube Lembur Pakuan Channel menjelaskan bahwa budaya Sunda memiliki nilai-nilai spiritual yang sangat dalam, yang seharusnya tidak hanya dipahami dari perspektif sosial atau tradisional semata, tetapi juga harus dilihat sebagai bagian dari spiritualitas yang menghubungkan umat manusia dengan Tuhan.
Baca Juga: Kunjungan ke Majalengka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sampaikan 3 Pesan Penting Ini
Dalam tafsirnya, budaya Sunda bukan hanya sekadar warisan leluhur, melainkan juga sebuah wahana untuk menyelaraskan hidup dengan alam, sosial, dan tuhan.
Dalam pandangan Nasaruddin Umar, budaya Sunda, dengan berbagai simbol dan praktiknya, mengandung pesan-pesan yang dapat mempererat hubungan antar manusia dan dengan Sang pencipta.
"Rasa kebersamaan, toleransi, dan kedamaian yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sunda merupakan manifestasi dari ajaran agama yang berbasis pada kasih sayang dan kedamaian," ujarnya.
Oleh karena itu, tafsir budaya Sunda ini sangat relevan untuk dibumikan dalam konteks kehidupan berbangsa yang majemuk.
Dialog ini juga menjadi sebuah refleksi mendalam mengenai bagaimana bangsa Indonesia, khususnya Jawa Barat, yang dapat memperkuat pondasi spiritual dan sosial melalui kebudayaan yang telah lama ada di tengah masyarakat.
Melalui acara ini, Nasaruddin Umar dan Dedi Mulyadi berhasil menunjukkan bahwa budaya dan agama bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan karakter bangsa.
Editor : Eka Rahmawati