Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Momen Haru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menangis Ceritakan Asal Usul Ibu Kandung Maula Akbar yang Meninggal sejak Sang Putra Berusia 3 Bulan

Eka Rahmawati • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menceritakan perjalanan hidup sang putra, Maula Akbar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menceritakan perjalanan hidup sang putra, Maula Akbar.

RADAR BOGOR - Maula Akbar putra pertama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini menyedot perhatian setelah melamar Wakil Bupati Garut Putri Karlina menjadi istrinya.

Maula Akbar merupakan putra pertama Dedi Mulyadi dari pernikahannya bersama Sri Muliawati yang meninggal usai tiga bulan melahirkan putranya. Setelah sang istri wafat, Dedi Mulyadi kemudian menikah untuk kedua kalinya dengan Anne Ratna Mustika pada 2003 dan bercerai pada 2023. Dari pernikahannya dengan wanita yang disapa Ambu Anne itu, Dedi memiliki dua anak yakni Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip dan Hyang Sukma Ayu.

Sosok Maula Akbar pernah diceritakan Dedi Mulyadi terutama tentang perjalanan hidupnya di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dalam video bertajuk A Ula Ditinggal Ibunya Meninggal saat Usia 3 Bulan karena Kanker Rahim, beberapa waktu lalu. Berikut momen haru Dedi Mulyadi yang sampai menangis saat menceritakan kisahnya di masa lalu bersama sang putra Maula Akbar.

Dedi dan putra sulungnya yang memiliki nama lengkap Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar atau dikenal sebagai Maula Akbar Mulyadi Putra yang akrab disapa A Ula duduk di kursi makan di kediamannya Subang, Jawa Barat. 

Keduanya banyak berbincang seputar perjalanan hidup di masa lalu sejak Maula Akbar kecil hingga dewasa. Salah satunya tentang asal usul Maula Akbar yang dilahirkan dari seorang ibu bernama Sri Muliawati.

Maula Akbar lahir tanggal 4 November tahun 1999 dan saat itu Dedi Mulyadi menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta periode 1999-2004.

"Tahun 1999 itu dulu saya tinggal mengontrak di sebuah perumahan, saya ngontrak di situ dan Aa (A Ula) waktu itu masih dalam keadaan dikandung dari seorang ibu," kenang Dedi dalam obrolan dengan sang putra, A Ula.

Pertemuan Dedi Mulyadi dengan ibunda Maula Akbar diakuinya terjadi saat dirinya duduk di bangku kuliah yakni di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman Purwakarta dan ia menjadi aktivis kala itu.

"Saya menjadi ketua cabang HMI (Himpunan Mahasiswa Islam cabang Purwakarta)," ungkap pria berusia 54 tahun tersebut.

Namun dalam perjalannnya saat proses kehamilan A Ula, sang ibu mengalami sakit yakni kanker rahim.

"Dan selesai saya dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten bulan Agustus, Aa itu dilahirkan tanggal 4 November 1999 dilahirkannya di Rumah Sakit Bungsu makanya ada kalimat bungsu (di namanya)," cerita Dedi.

Maula terlahir dengan selamat meski seharusnya terlahir sesar karena ibunda sakit kanker rahim tetapi ia lahir dengan proses normal dan berjalan dengan lancar. Namun, saat Maula Akbar bayi dan berusia 3 bulan, ibu kandungnya meninggal dunia. 

Dedi Mulyadi sebelumnya tidak pernah menceritakan perjalanan kisah hidup Maula Akbar kepada putranya itu. Meski demikian, sang anak tidak pernah bertanya kepada Dedi siapa ibu kandungnya hingga membuatnya meneteskan air mata. 

"Saya tidak mau menceritakan peristiwa ini, saya tahu Aa pasti tahu, tapi baiknya Aa itu tidak pernah bertanya siapa ibunya dan saya tidak menyampaikan agar Aa tumbuh dengan baik," ungkap pria kelahiran Subang tahun 1971 tersebut.

"Sekarang ayah menceritakan pada Aa dan Aa sudah tahu kan bahwa ibu Aa itu bernama Sri Muliawati, dia meninggal setelah tiga bulan melahirkan Aa," ucap Dedi pada A Ula.

Dedi lantas meminta maaf kepada sang putra karena tidak pernah menceritakan asal usulnya dan kini setelah A Ula dewasa ia ingin anaknya mengetahui cerita itu dari dirinya langsung.

"Ayah minta maaf kepada Aa karena tidak menyampaikan kepada Aa, bagi ayah saat ini ayah harus menyampaikan," ungkapnya.

Dedi Mulyadi juga mengaku bahwa ia mengasuh sang putra sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta di tahun 1999 sampai menjadi Wakil Bupati Purwakarta. 

Momen haru antara ayah dan anak itu pun semakin terasa kala keduanya berpelukan hingga menyedot perhatian di media sosial terutama di YouTube Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Maula Akbar