RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi rumah keluarga korban ledakan Garut.
Saat berkunjung, Dedi menjelaskan, akan menanggung biaya kehidupan dan biaya sekolah anak-anak korban yang belum berkeluarga.
"Seluruh anak-anaknya yang belum berkeluarga itu tanggung jawab saya. Biaya kehidupannya dan biaya sekolahnya hingga perguruan tinggi, bila perlu," ucapnya.
Saat hendak pulang, Gubernur Jawa Barat didatangi oleh seorang ibu yang sedang menggendong anak.
"Ini kenapa?" tanyanya.
"Sakit Pak," jawab ibu tersebut
"Sakit apa? Udah berapa tahun?" tanya Dedi.
"9 tahun," tutur sang ibu.
Melihat kondisi anak, Dedi Mulyadi menyimpulkan, anak tersebut menderita gizi buruk.
"Awalnya gimana tadinya?" tanyanya.
"Lahir 15 hari, engga mau nete," ucap sang ibu.
Dedi menanyakan penanganan yang dilakukan terhadap anak tersebut.
"Sudah ditangani belum, oleh?" tanya Dedi
"Ke Rumah Sakit," tutur sang ibu.
"Rumah Sakit mana?" tanya Dedi.
"Puskesmas," ujar sang ibu.
Dedi pun mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Ini bekel untuk anaknya," sebutnya.
Dedi menegaskan, bantuan yang diberikan untuk membeli bekal makanan anaknya.
"Dokternya ada yang nanganin? Ada, langganannya," tambahnya.
Untuk menangani masalah tersebut, Gubernur Jawa Barat memanggil Bupati Garut.
"Pak Bupatinya mana?" tanyanya.
Dedi menjelaskan, anak tersebut akibat waktu kecil, susah menyusui.
"Tapi sudah ada dokter yang nanganin," jelasnya.
Sang ibu menjabarkan, susah menyusui sejak kecil dari 15 hari.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi RSUD Pameungpeuk untuk melihat kondisi korban ledakan Garut.
Ia juga sempat berbincang dengan sejumlah keluarga korban dan akan memberikan bantuan dana Rp50 juta per kepala keluarga.
Editor : Siti Dewi Yanti